Berita Malang Hari Ini

Ada Pertunjukkan Musik Religi di Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang Selama Ramadan

Ada pertunjukkan musik religi di kawasan wisata Kayutangan Heritage, Kota Malang setiap Sabtu dan Minggu selama Ramadan.

rifky edgar/suryamalang.com
Suasana lalu lintas Kayutangan Heritage Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Ada pertunjukkan musik religi di kawasan wisata Kayutangan Heritage, Kota Malang setiap Sabtu dan Minggu selama Ramadan.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan seni pertunjukan musik religi ini melibatkan 30 grup seni hadrah.

30 grup ini akan tampil secara bergantian di tiga titik, yaitu BNI, monumen patung Chairil Anwar, dan di area Jalan Basuki Rahmat gang IV.

Disporapar masih mematangkan konsep pertunjukkan musik religi tersebut.

Pihaknya juga mengusulkan adanya sentra kuliner pasar takjil di sepanjang Kayutangan Heritage

Usulan tersebut masih menunggu persetujuan Wali Kota Malang, Sutiaji.

"Kami sudah membuat nota dinas kepada wali Kota Malang terkait konsep pasar takjil dan even seni musik religi,” terang Ida Ayu kepada SURYAMALANG.COM.

Disporapar telah koordinasi dengan Satpol PP Kota Malang dan Polresta Malang terkait kegiatan saat Ramadan tersebut.

Diharap seniman musik religi bisa mendapat wadah berkreasi dan mengeksplor diri. 

Apalagi para seniman lama tidak tampil di depan umum.

"Semua ini juga tergantung kesadaran masyarakat. Pemerintah mencoba memfasilitasi, maka masyarakat harus memperketat prokes-nya," ucapnya.

Polresta Malang Kota juga mengusulkan kawasan Kayutangan Heritage menjadi lokasi jualan takjil Ramadan.

"Kami akan komunikasikan dengan Pemkot Malang agar kawasan Kayutangan Heritage bisa menjadi kawasan wisata kuliner takjil pada sore hari," ujar Kombes Pol Budi Hermanto, Kapolresta Malang Kota

Pihaknya akan mengatur detail bila kawasan Kayutangan Heritage menjadi lokasi jualan takjil Ramadan, termasuk larangan kendaraan melintas di sepanjang kawasan Kayutangan Heritage.

"Jadi, hanya pejalan kaki dan stan PKL dan UMKM di sana. Kami dan Pemkot sedang membuat konsepnya," terangnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved