Berita Trenggalek Hari Ini

KPU Wacanakan Pemekaran Dapil dalam Pemilu Serentak 2024 di Trenggalek

KPU Trenggalek mewacanakan pemekaran daerah pemilihan (dapil) untuk Pemilu Serentak 2024.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
Tribun Batam
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - KPU Trenggalek mewacanakan pemekaran daerah pemilihan (dapil) untuk Pemilu 2024.

Ketua KPU Trenggalek, Gembong Derita Hadi mengatakan ada tiga indikator yang bisa dipakai untuk pemekaran dapil.

Pertama, pertambahan jumlah penduduk. Kedua, adanya pemekaran wilayah. Sementara ketiga, prinsip penataan dapil yang tidak sesuai regulasi.

Indikator ketiga memungkinkan untuk dipakai dasar pemekaran dapil untuk Pemilu Serentak 2024 di Trenggalek.

"KPU Trenggalek masih memelajari penataan dapil. Apakah sudah sesuai regulasi atau belum. Ini belum final. Kami perlu data yang banyak untuk kajian, kemudian diplenokan," kata Gembong kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (23/3/2022).

Saat ini ada empat dapil untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Trenggalek.

Dapil 1 terdiri dari Kecamatan Bendungan, Durenan, Pogalan, dan Trenggalek.

Dapil 2 meliputi Kecamatan Gandusari, Kampak, dan Watulimo.

Dapil 3 berisi Kecamatan Dongko, Munjungan dan Panggul.

Sementara dapil 4 terdiri atas Kecamatan Karangan, Pule, Suruh, dan Tugu.

Gembong belum bisa menjelaskan perubahan dapil. Apakah jumlah dapil akan bertambah atau komposisinya yang berubah.

Kepastian soal itu akan disampaikan dalam tahapan penetapan dapil setelah Peraturan KPU tentang Pilkada Serentak dikeluarkan.

Pihaknya sosialisasi rencana pemekaran dapil kepada para petinggi partai politik dan pihak terkait.

"Soal perubahan dapil ini penting kami sampaikan sejak awal karena menyangkut kepentingan partai politik, pemenangan, dan lain sebagainya. Kami sampaikan di awal bahwa dapil bisa berubah," ujar dia.

Meski dapil memungkinkan berubah, Gembong memastikan jumlah kursi anggota DPRD Trenggalek masih 45 kursi.

Hal itu mengacu pada jumlah warga Trenggalek yang masih di bawah 1 juta jiwa.

"Kalau kursi tambah tidak mungkin. Yang memungkinkan itu perubahan dapil. Jumlahnya kursi tetap 45," katanya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved