Berita Malang Hari Ini

Rayakan Hari Kartini Sambil Ngabuburit, Klub Sepatu Roda Beraksi di Museum Brawijaya Kota Malang

Rayakan Hari Kartini Sambil Ngabuburit, Klub Sepatu Roda Beraksi di Museum Brawijaya Kota Malang

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Malang Free Style Slalom Team (MAFEST) ngabuburit sambil pakai busana ala Kartini, Minggu (17/4/2022). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Anak klub sepatu roda Malang Free Style Slalom Team (MAFEST) punya cara sendiri saat melakukan ngabuburit, Minggu (17/4/2022).

Mereka mengadakan kegiatan unjuk kebolehan free style sambil memakai baju tradisional. Kegiatan ngabuburit ini juga untuk merayakan hari Kartini.

Kegiatan dilaksanakan di depan Museum Brawijaya Kota Malang di Jalan Ijen.

Ada cone yang ditata dan para atlet bergantian tampil dengan gayanya. Ada sejumlah fotografer yang menunggu aksi mereka.

Sedangkan orangtua juga all out membantu penampilan anak mereka. Sendi, orangtua Diandra membawa anaknya ke salon dan habis Rp 100.000.

"Orangtua kan ingin penampilan terbaik," jelas Sendi pada SURYAMALANG.COM di sela kegiatan.

Anaknya memakai kebaya hitam dan rambutnya ditata bagus. Menurut Sendi, penampilan tidak dinilai. Tapi hanya untuk seru-seruan. Diandra sendiri ikut klub sepatu roda sejak 2021.

Atlet lain, Naraya Putri Ekira, siswa kelas 6 MIN 2 Kota Malang memakai kebaya dan kain panjang namun diatas lutut agar mudah bergerak. Ini dilakukan karena pada tahun lalu ia pernah ikut kegiatan serupa.

"Jadi kain panjangnya agak pendek agar enak bergerak," jelas Raya, atlet yang pernah meraih medali emas dan perak di sejumlah event.

Ia merasa senang ikut kegiatan seperti ini sekaligus memperingati Hari Kartini.

"Saya semangat ikut kegiatan ini sebagaimana Ibu Kartini bersemangat memperjuangkan wanita," kata dia.

Untuk penampilannya, ia tidak ke salon tapi dirias oleh mamanya. Raya sudah ikut berlatih sepatu roda sejak kelas 2 SD karena diarahkan mamanya.

Sedang Badai Rizky, pelatih yang juga owner klub mengatakan ada sebanyak 21 anak yang ikut dalam kegiatan itu.

"Konsepnya ya anak-anak bermain di cone bersusun itu," jelas Badai.

Tak ada penilaian di acara itu. Usai kegiatan, mereka akan bagi-bagi takjil di sekitar lokasi.

Ia berharap lewat kegiatan, promosi olahraga sepatu roda makin menggema di masyarakat.

"Peminat olahraga sepatu roda di klub saya makin banyak. Awalnya hanya 3 orang kini jadi 65 orang," jelasnya.

Peningkatan terasa saat pandemi. Di mana orangtua memilihkan kegiatan pada anaknya agar tidak banyak berkutat di HP. Lokasi kegiatan mereka antara lain di mall di Kota Malang

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved