Berita Tulungagung Hari Ini
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jamin Stok Daging Sapi di Tulungagung Aman Sampai Lebaran 2022
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung menjamin stok daging sapi aman sampai Lebaran 2022.
Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung menjamin stok daging sapi aman sampai Lebaran 2022.
Saat ini harga daging sapi di Pasar Grosir Sayur Mayur Ngemplak naik dari Rp 110.000 menjadi Rp 120.000 per kilogram (Kg).
Diperkirakan harga ini akan terus naik menjelang Lebaran 2022.
"Populasi sapi di Tulungagung surplus. Stoknya cukup untuk kebutuhan Tulungagung sendiri," terang Mulyanto, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung, kepada SURYAMALANG.COM, Senin (18/4/2022).
Karena terjadi surplus, banyak sapi dari Tulungagung yang dijual ke luar daerah, seperti Kalimantan, Jawa Barat, dan Jakarta.
Penjualan ke luar daerah itu dilakukan dengan cermat, tanpa mengganggu kebutuhan daerah.
"Semua lewat perhitungan. Jika stok melimpah, baru ada pengiriman ke luar daerah," sambungnya.
Sebenarnya sudah terjadi kenaikan harga sejak awal Ramadan lalu.
Mulyanto mencontohkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ketanon biasanya memotong 12-15 ekor sapi per hari.
Selama Ramadan ini jumlah sapi yang dipotong naik 25-30 ekor per hari.
"Kalau nanti permintaan tinggi, jumlah sapi yang dipotong juga akan bertambah. Diharap bisa mengendalikan harga," ujar Mulyanto.
Mulyanto yakin harga daging tidak sapi masih bisa dikendalikan meskipun nantinya permintaan meningkat.
Jika harga harus naik, namun masih wajar.
Sesuai data 2021, populasi sapi potong di Tulungagung sejumlah 130.000 ekor lebih.
Sedangkan populasi sapi perah sekitar 20.000 ekor.
Ada pula 210.000 ekor kambing dan 7.000 ekor domba.