Berita Arema Hari Ini

Alasan Arema FC Tolak Mentah-mentah Tawaran Uji Coba di Italia dan Portugal, Ini Kata Ali Rifki

Berikut ini alasan Arema FC menolak tawaran uji coba dari klub asal Italia dan Portugal.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Instagram @alirifki_87
Potret Ali Rifki, Manajer Arema FC beber alasannya tolak liga uji coba 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut ini alasan Arema FC menolak tawaran uji coba dari klub asal Italia dan Portugal.

Seperti diketahui tim berjuluk Singo Edan ini tengah bersiap jelang pertandingan Liga 1 2022/2023 yang dikabarkan segera berlangsung.

Bahkan hingga saat ini, tim asuhan Eduardo Almeida masih meliburkan tim hingga pertengahan Mei nanti.

Sesi latihan perdana Arema FC akan digelar usai tim melakukan launching.

Baca juga: Selain Carlos Fortes yang Out dari Arema FC, Torres Tambah Daftar Pemain Tajam Liga 1 yang Hengkang

"Kami mendapatkan undangan beruji coba ke Italia dan Portugal."

"Tapi, itu kami tolak karena buang-buang duit saja," kata Ali Rifki dalam sebuah talk show, dikutip SURYAMALANG.COM dari wearemania.net.

Ali Rifli menilai ada hal yang lebih krusial yang masih membutuhkan dana besar yang harus dikeluarkan Arema dalam masa persiapan Liga 1 2022.

Oleh karenanya, demi hal itu, tawaran pergi ke Eropa pun ditolak.

Saat ini Arema diketahui masih sedang membangun komposisi tim.

Harapannya, saat dilaunching nanti 100 persen skuad sudah terbentuk dan langsung menggelar sesi latihan perdana.

"Saya pikir duitnya mending buat beli pemain lagi dan menggelar pemusatan latihan (TC) di Indonesia," imbuhnya.

Ali Rifki berharap keputusan menolak laga uji coba itu bisa disikapi dengan legawa oleh semua komponen tim.

Aremania pun tak perlu khawatir, karena sudah ada rencana melakoni laga uji coba melawan klub selevel di Liga 1 sebagai gantinya.

"Dalam waktu dekat akan ada uji coba melawan RANS Cilegon, Dewa United, dan klub-klub Liga 1 lainnya."

"Tentunya kami juga akan mengikuti turnamen pramusim yang digelar PSSI," pungkasnya.

  • Eduardo Almeida Pikul Banyak Tugas Termasuk Atensi Aremania

Setelah kembali dipercaya menjadi juru taktik Singo Edan di Liga 1 2022-2023, Eduardo Almeida praktis babat alas. 

Sebanyak tujuh pemain baru sudah didatangkan Arema FC yang berdampak pada adaptasi dan strategi baru. 

Belum lagi beban Eduardo Almeida mengembalikan kepercayaan Aremania yang beberapa kali memintanya keluar selama Liga 1 musim lalu. 

Kini pelatih berusia 44 tahun itu dikontrak hingga akhir musim 2023-2024 oleh Arema FC

Keputusan manajemen klub dinilai memiliki dua sisi seperti mata uang.

Di satu sisi ada ketidakpuasan suporter, tapi di sisi lain Eduardo Almeida yang sudah tahu luar-dalamnya Arema FC semusim dinilai tepat melanjutkan misinya yang belum usai.

Jika melirik rentetan kondisi yang terjadi sampai sekarang di Arema FC, setidaknya ada lima tantangan yang akan dihadapi Eduardo Almeida musim depan. 

Berikut ulasan lengkapnya dikutip SURYAMALANG.com dari wearemania.net:

1. Menyatukan Pemain-pemain Rekrutan Anyar

Sejauh ini, Arema FC sudah mendatangkan tujuh pemain anyar dan melepas 15 pemain lawasnya.

Artinya, ada tugas berat bagi Eduardo Almeida untuk menyatukan para pemain rekrutan anyar itu dengan 18 pemain lawas yang dipertahankan.

Bukan sekadar adaptasi bagi pemain baru, lebih dari itu, Eduardo Almeida harus menciptakan chemistry antar pemain.

Tak banyak waktu yang dimilikinya, lantaran kabarnya Liga 1 2022-2023 bakal digelar 27 Juli 2022.

2. Mengubah Cara Bermain

Musim lalu, Eduardo Almeida banyak menuai kritikan dari Aremania yang tak suka dengan cara bermain tim yang dilatihnya.

Skuad Singo Edan dinilai lebih doyan tampil bertahan ketimbang atraktif memburu gol demi gol.

Dengan modal pemain-pemain tambahan yang baru direkrut, harapannya bisa memudahkan Eduardo Almeida dalam mengubah cara bermain Arema FC.

Terlebih, saat ini pasti tim-tim pesaing sudah mempelajari bagaimana Arema FC bermain, sehingga mau tak mau harus berubah musim depan.

3. Mengembalikan Kepercayaan Aremania

Terpilihnya Eduardo Almeida sebagai pelatih Arema untuk musim depan, membuat segelintir Aremania tidak puas dengan keputusan tersebut.

Ketidakpuasan itu tentu menimbulkan menurunkan tingkat kepercayaan kepada si pelatih.

Eduardo Almeida harus bekerja ekstra keras di awal musim demi menunjukkan kepada Aremania bahwa Arema tak salah menunjuknya lagi sebagai pelatih kepala.

Bahkan, jika ada kesempatan ikut serta di turnamen pramusim, sebisa mungkin harus dimenangkan.

4. Menangkal Tekanan di Laga Kandang

Jika tidak ada perubahan, Liga 1 musim depan akan kembali memakai format home-away.

Hal ini patut diwaspadai Eduardo Almeida di mana tekanan suporter pada tim akan lebih tinggi di laga kandang.

Memang, jika ditanya pemain pasti kompak mengaku dukungan Aremania di tribune stadion dijadikan motivasi bukan tekanan.

Namun, fakta bicara ketika Arema FC tampil di luar kandang tanpa penonton seperti musim lalu, hasilnya tekanan suporter di lapangan sama sekali tak dirasakan.

5. Mengubah Target Pribadinya

Musim lalu, Eduardo Almeida “tak berani” memasang target juara Liga 1, meskipun peluang itu ada.

Target yang dipatoknya sejak Pekan pertama adalah mendapatkan tiga poin di tiap laga, yang tentu tak sama dengan target manajemen klub.

Baca juga: Arema FC Bisa jadi Tuan Rumah Turnamen Pra Musim PT LIB, Digelar di Jatim dan Kaltim

Tak dipungkiri memang jika Arema FC meraih tiga poin di tiap laga dari pekan pertama sampai pekan terakhir sama saja dengan membuka lebar peluang juara.

Hanya saja, Aremania yang tak memahami maksud hati si pelatih akan lebih puas jika mendengar targetnya adalah juara Liga 1.

Sejauh ini sudah ada tujuh pemain anyar yang didatangkan untuk mengisi skuad Arema FC di bawah asuhan Eduardo Almeida

Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com 

Ikuti berita Arema FC, Arema dan Eduardo Almeida lainnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved