Gema Ramadhan

Buku Tren Fashion Jadi Panduan Pelaku Industri untuk Tentukan Produk Terbaru

Buku Fashion Trend 2021/2022 adalah edisi ketiga dan merupakan bagian dari Trend Forecasting. Sejak 4 tahun terakhir diluncurkan rutin setiap tahun

Dibya Hody, Designer Indonesia Fashion Chamber mengungkapkan Indonesia sebagai salah satu negara besar di dunia memiliki preferensi trend yang berbeda dari negara-negara lain. 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Buku Tren Fashion menjadi pedoman bagi pelaku industri fashion untuk menentukan tren yang disukai pasar.

Pembuatan buku tren ini dilakukan tim riset dari Indonesia Trend Forecasting melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dahulu Bekraf).

Dibya Hody, Designer Indonesia Fashion Chamber mengungkapkan Indonesia sebagai salah satu negara besar di dunia memiliki preferensi trend yang berbeda dari negara-negara lain. 

Ragam budaya tradisional Indonesia telah menciptakan selera berpakaian yang unik.

"Preferensi tren ini dibutuhkan pelaku industri design di hampir semua negara sebagai suatu arahan atau prediksi mengenai trend apa yang akan disukai pasar di tahun mendatang,"urainya dalam Workshop dalam rangkaian acara Gema Ramadhan, Rabu (27/4/2022).

Dikatakan Dibya, buku ini merupakan suatu buku arahan trend untuk bidang fashion dan tekstil, berkolaborasi dengan interior design dan product design.

Buku ini berisi panduan dan inspirasi dalam bentuk, desain, warna, hingga ilustrasi yang sesuai dengan selera pasar yang akan datang.

"Buku Fashion Trend 2021/2022 ini adalah edisi ketiga dan merupakan bagian dari Trend Forecasting yang sejak 4 (empat) tahun terakhir diluncurkan rutin hampir setiap tahunnya,"lanjutnya.

Tim Indonesia Trend Forecasting sendiri adalah adalah tim riset dan pengembangan kolaboratif yang terdiri dari para ahli, praktisi, dan akademisi berpengalaman di industri kreatif Indonesia.

"Setiap desainer punya ciri khas berbeda, jika mau mengikutis esuatu yang baru biasanya mengikuti tren fashion. Hanya saja tergantung brand masing-masing,"ujarnya.

Tema umum The New Beginning Fashion Trend 2021-2022 kemudian dibagi lagi menjadi empat tema besar, yaitu: Essentiality, Spirituality, Exploration dan Exploitation.

Sebagai akibat dari perubahan pola pikir yang terdampak pandemi, maka timbul dua respon utama.


Essentiality 

Perubahan aktivitas hidup kelompok urban dengan dominasi kegiatan di sekitar lingkungan rumah melahirkan gaya busana yang nyaman, mementingkan fungsi, dan tidak banyak detail.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved