Kesehatan

Kenali Gejala Hepatitis Akut Misterius yang Menyerang Anak, Dimulai dari Diare, Mual, dan Muntah

Biasanya dimulai dari diare, mual, muntah, sakit perut yang kadang kadang disertai dengan demam ringan. Kemudian berlanjut ke gejala Hepatitis.

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Dyan Rekohadi
Dini Felicitas - Nakita
ILUSTRASI - Mengenali gejala dan cara pencegahan sejak dini bisa menjadi langkah utama menghadapi Kasus penyakit hepatitis akut misterius yang menyerang anak yang kini dinyatakan sebagai KLB oleh WHO Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Kasus Covid-19 pada Anak Tinggi, Orangtua Harus Waspada, Kenali Resiko dan Gejalanya, https://wow.tribunnews.com/2021/07/22/kasus-covid-19-pada-anak-tinggi-orangtua-harus-waspada-kenali-resiko-dan-gejalanya. Penulis: Afzal Nur Iman Editor: Elfan Fajar Nugroho 

 

Temuan 114 Suspect Kasus Hepatitis Akut di Jatim

Diberitakan sebelumnya data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Jawa Timur, minggu I – minggu 17 Tahun 2022 (per 4 Mei 2022), telah ditemukan 114 kasus suspect hepatitis akut di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur, di mana minggu ke-14 hingga minggu ke-17 cenderung mengalami kenaikan. 

Sebagai catatan, data SKDR tersebut adalah kasus suspect hepatitis akut yang dilaporkan dengan usia secara umum (tidak spesifik ≤ 16 tahun).

Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim), Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD KPTI. menghimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, khususnya kepada anak-anak dan orang tua untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta protokol kesehatan secara disiplin.

"Untuk mencegah dan mengendalikan penularan hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya di Jawa Timur, kami menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati namun tetap tenang,"ujarnya.

Penerapan pencegahan dapat dilakukan dengan PHBS seperti sering mencuci tangan pakai sabun, meminum air bersih yang matang, memastikan makanan dalam keadaan bersih dan matang penuh, menggunakan alat makan sendiri, memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kontak dengan orang sakit. 

"Selain itu, untuk sementara agar tidak berenang dulu di kolam renang umum, tidak bermain di playground, serta hindari menyentuh hand railing, knop pintu, dinding, dll yang sering dipegang orang," imbau dokter Erwin.

Dr Erwin menjelaskan bahwa gejala klinis yang ditemukan pada pasien hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya ini antara lain, peningkatan enzim hati, sindrom hepatitis akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah).

Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam. 

Ia berpesan jika masyarakat menemui gejala tersebut pada anak, segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar segera bisa dilakukan observasi dan tindakan.

Selain itu, Dr Erwin juga menghimbau kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jawa Timur untuk siap dan sigap dalam menangani pasien yang mengalami gejala hepatitis akut tersebut.

 

 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved