Otomotif

Mobil Listrik Buatan Universitas Dinamika Surabaya Bernama Mika, Mulai Dicoba DIkemudikan 

Mobil ini menggunakan 6 baterai di dalamnya, untuk pengecasan sampai penuh membutuhkan waktu 8 jam dan mampu menempuh jarak sekitar 200 km

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Zainal Arif
mobil listrik "Mika" buatan dosen dan mahasiswa Universitas Dinamika Surabaya di uji coba di halaman kampus, Kamis (5/5/2022). 

Penulis : Mohammad Zainal Arif

SURYAMALANG.CO, SURABAYA  - Mobil listrik bernama "Mika" buatan dosen dan mahasiswa Universitas Dinamika telah diuji coba di halaman kampus, Kamis (5/5/2022).

Meski masih prototipe, mobil dengan desain compact tersebut dapat mendeteksi hambatan yang ada di sekitarnya saat melaju.

Hal itu dikatakan, Dosen Sistem Informasi Undika, Harianto.

Mobil yang dirancang selama satu tahun lalu ini mampu mengantisipasi terjadinya kecelakaan pada pengemudi.

"Mobil ini sangat cocok untuk keluarga kecil yang sederhana karena praktis dan mudah digunakan. Ditambah dengan harganya terjangkau," ujar Harianto kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (5/5/2022).

Hal itu sesuai, mengingat tujuan awal pembuatan yakni membuat mobil yang bisa dijangkau masyarakat menengah.

"Mobil ini menggunakan 6 baterai di dalamnya, untuk pengecasan sampai penuh membutuhkan waktu 8 jam dan mampu menempuh jarak sekitar 200 km," jelasnya.

Mobil dengan kapasitas maksimal 4 penumpang ini memiliki bentuk cembung sehingga cocok digunakan di kawasan perkotaan.

”Kami sengaja mengusung konsep mini city car. Karena sasaran kami membuat mobil untuk keluarga muda,” jelasnya.

Selain itu, mobil listrik Undika juga dilengkapi dengan berbagai fitur menarik. 

Di antaranya, fitur mendeteksi kecelakaan, GPS, dan jarak aman.

Di mana mobil ini sudah dipasangi sensor untuk mendeteksi apabila terjadi kecelakaan sekaligus melacak posisi mobil sehingga mudah ditemukan. 

"Fitur jarak aman ini dapat mengontrol jarak mobil baik dari depan maupun belakang. Biasanya kan pengemudi menyetir dengan kecepatan tinggi, sensor ini dapat memberikan peringatan secara audio ketika jaraknya tidak aman,” ungkapnya.

Meski memiliki berbagai kelebihan, menurut Harianto pihaknya masih perlu menyempurnakan mobil tersebut.

"Nantinya bagian depan akan kami rombak lebih bagus lagi. Kemudian lampu dan ban mobil juga akan disesuaikan dengan ukuran mobil sebenarnya," tutupnya. 

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved