Seluncuran Kenpark Surabaya Ambrol

Gubernur Khofifah dan Wali Kota Eri Tinjau Lokasi Seluncuran Kenjeran Park Surabaya yang Ambrol

Gubernur Khofifah dan Wali Kota Eri Tinjau Lokasi Seluncuran Kenjeran Park Surabaya yang Ambrol

SURYAMALANG.COM/Bobby Koloway
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau lokasi perosotan yang ambrol di Kenjeran Water Park Surabaya, Minggu (8/5/2022). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau lokasi perosotan yang ambrol di Kenjeran Water Park Surabaya, Minggu (8/5/2022). Di lokasi, Gubernur berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pengelola.

Selain melakukan peninjauan, Gubernur Khofifah bersama Wali Kota Eri dan jajaran Forkopimda Surabaya melakukan pertemuan tertutup selama sekitar 15 menit. Khofifah menyampaikan arahan soal percepatan penanganan korban.

Hal ini sembari menunggu hasil penyelidikan dari Kepolisian tentang penyebab ambrolnya perosotan setinggi sekitar 10 meter ini.

"Kita melihat di lapangan, seperti yang sudah terkonfirmasi bahwa ada bagian dari cycle waterpark yang patah," kata Khofifah ketika dikonfirmasi wartawan.

Khofifah juga secara langsung bertanya kepada General Manajer (GM) Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya, Paul Steven yang mendampingi kunjungan ini. Terutama, soal mekanisme perawatan.

"Saya tadi bertanya Pak Paul, bagaimana proses kalibrasinya (pengecekannya)? Katanya, dua tahun lalu sudah ada kalibrasi. Tahun kemarin, sudah dilakukan kalibrasi," katanya.

Tak hanya kepada pengelola, Khofifah menyebut penyelidikan soal penyebab kejadian juga akan dilakukan kepada tim kontruksi. Yang basisnya disebut berada di Kanada.

"Sekarang, sedang dikonfirmasi kepada tim yang konstruksi Kenpark di sini. Ini dilakukan sambil menunggu proses yang dilakukan Kapolres dan tim untuk melakukan asesmen," katanya.

Selain penyelidikan terhadap penyebab ambrolnya perosotan, pihaknya juga meminta percepatan penanganan para korban. Bukan hanya bagi yang masih dirawat di RS, namun juga bagi yang telah pulang.

Sebagaimana diketahui, kejadian ini menyebabkan 16 orang masuk RS, dan 13 di antaranya berada di bawah usia 18 tahun. Dari jumlah tersebut, 5 orang dikabarkan telah pulang.

Khofifah berpesan agar para korban juga mendapat penanganan trauma healing selain penanganan medis. Terutama, bagi yang telah pulang dari RS.

"Kami sampaikan, bagaimana keseiringan antara penanganan medis dengan psychosocial therapy. Di RS biasanya ada dua. Pak wali juga menyampaikan akan menyiapkan tim trauma healing," katanya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan akan menindaklanjuti hal ini. Pihaknya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya untuk memberikan pendampingan hingga sembuh.

Cak Eri berharap semua korban yang mengalami peristiwa ini bisa segera pulih dan bisa beraktifitas kembali.

"Pemkot Surabaya juga akan memberikan pendampingan kepada semua korban untuk penyembuhan rasa trauma yang dilakukan oleh DP3A, jadi didampingi terus sampai sembuh total," katanya. 

Update Google News SURYAMALANG.COM

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved