Kesehatan

Ini Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk Penanganan Hepatitis Akut

kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah dilibatkan dalam penanganan kasus ini di Indonesia

Penulis: sulvi sofiana | Editor: Eko Darmoko
hallodoc
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sejak Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah dilibatkan dalam penanganan kasus ini di Indonesia.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI, dr Muzal Kadim Sp A mengungkapkan IDAI sudah membuat rekomendasi untuk screening awal pada anak sebagai bagian dari tata laksana penyakit tersebut di RS, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Penapisan bisa di puskesmas atau pusat kesehatan primer. Jadi misal ada kasus kuning, demam, sakit perut dan ada peningkatan enzim transaminase lebih dari 500 unit per liter. Kalau ada peningkatan enzim dilanjutkan pemeriksaan hepatitis A, B, C, D dan E," ujarnya.

Jika ditemukan hepatitis A,B,C,D atau E negatif, maka masuk ketgori probable karena belum diketahui penyebabnya. Dan akan dirawat di ruang isolasi untuk mencegah penularan ke orang lain.

Kemudian, dokter akan melakukan monitoring perjalanan klinis dan pemeriksaan laboratorium terutama untuk PT/INR dan albumin.

Dokter Muzal mengungkapkan, karena hingga saat ini hepatitis akut pada anak belum diketahui penyebab dan obatnya, maka anak akan mendapatkan pengobatan supportive.

"Jadi nanti akan dipantau gula darah, elektrolitnya dipantau. Semua pengobatan bersifat supportive agar tubuh bisa mengobati dirinya sendiri untuk melawan virus. Itu yang menjadi penting," bebernya.

Saat ini, peneliti di Indonesia maupun di berbagai negara belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak ini.

Yang jelas, sejauh ini WHO menyebutkan bahwa hepatitis itu tidak berhubungan hepatitis A, B, C, D dan E.

"Jadi hepatitis itu tidak ditemukan infeksi virus hepatitis A, B, C, D dan E dan bukan disebabkan oleh penyakit lain seperti autoimun, obat-obatan, kelainan bawaan, itu semua sudah disingkirkan. Memang saat ini sedang dicari penyebabnya dan sedang diteliti," pungkasnya.

Update Google News SURYAMALANG.COM

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved