Liga Indonesia

Kompetisi Liga 1 2022 Dimulai Juli dan Bisa Dihadiri Penonton, Sudah Bisa Main di Stadion Kandang

Kick off kompetisi 2022 di bulan Juli, tanggal pastinya kisaran 23-27. Format kompetisi, diupayakan berjalan home away dan bisa dihadiri penonton

Penulis: Khairul Amin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/ ligaindonesiabaru
ILUSTRASI Liga 1 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA -  Kompetisi Liga 1 2022 kemungkinan besar sudah akan dijadwalkan dengan format 'normal' home -away dan bisa dihadiri penonton sesuai target jadwal kick off di bulan Juli.

PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi saat ini tengah memastikan jadwal kick off Liga 1 2022.

Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno menyatakan kick off kompetisi diupayakan bergulir bulan Juli.

"Mudah-mudahan kick off kompetisi musim depan tidak lepas dari bulan Juli, tanggal pastinya kisaran 23-27," ungkap Sudjarno saat melakukan inspeksi di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dalam laga Surabaya 729 Game, di Stadion GBT.

Format kompetisi, diupayakan berjalan home away dan bisa dihadiri penonton.

Sebagai upaya merealisasikan itu, pihaknya sudah melakukan inspeksi terhadap laga Surabaya 729 Game antara Persebaya vs Persis Solo, Minggu (22/5/2022) di Stadion GBT.

Laga ini menjadi laga perdana di masa pandemi yang dihadiri penonton di stadion.

"Karena format kompetisi kita rencananya akan kami lakukan normal home away, jadi kami lakukan verifikasi ke home base klub, salah satunya GBT," ucap Sudjarno.

Salah satu inspeksi yang dilakukan adalah soal ticketing yang diberlakukan Persebaya.

Persebaya telah menerapkan sistem pembelian ticket, yang bisa membuat suporter yang belum vaksin dua kali otomatis terpental dari sistem atau tidak bisa membeli ticket.

Acuan syarat vaksin dua kali disebutnya berdasarkan edaran terakhir Satgas PPKM Jawa-Bali, persyaratan boleh dihadiri penonton dengan syarat vaksin dua kali, tanpa menyebutkan booster.

"Ternyata bisa dilaksanakan, itu menjadi acuan kami saat akan diterapkan di Liga 1 karena nanti format home away, yang akan mengelola adalah klub, LIB hanya akan mengasistensi dan verifikasi juga inspeksi terkait pelaksanannya," jelas Sudjarno.

Sementara soal kapasitas stadion, ia menyebut semua dikembalikan pada daerah masing-masing berkaitan dengan kondisi PPKM wilayah setempat.

"Kalau di sini, Surabaya sedang menerapkan 75 persen dari kapasitas 45 ribu, itu rekomendasi dari satgas setempat," jelasnya.

"Kondisi sekarang menjadi gambaran, semoga berjalan lancar, kami adopsi juga untuk menjadi contoh, semoga semua bisa berjalan baik," pungkas Sudjarno .

 

>>> Ikuti updatenya di Google News SURYAMALANG.COM

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved