Jumat, 1 Mei 2026

Berita Batu Hari Ini

DPRD Kota Batu Akan Tinjau Gedung Kesenian

DPRD Kota Batu berencana meninjau langsung kondisi Gedung Kesenian yang berada di Jl Oro-Oro Ombo pada pekan depan.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Ketua DPRD Batu, Asmadi. 

SURYAMALANG.COM, BATU - DPRD Kota Batu berencana meninjau langsung kondisi Gedung Kesenian yang berada di Jl Oro-Oro Ombo pada pekan depan.

Peninjauan ini untuk mengetahui langsung kondisi gedung. 

Gedung Kesenian Kota Batu tampak sepi, tidak banyak acara yang diselenggarakan di sana saat ini.

Hanya beberapa kegiatan latihan saja. Acara-acara kesenian banyak dilakukan di Sendra Tari Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir.

Ketua DPRD Kota Batu Asmadi mengatakan, dalam peninjauan nanti, ia juga akan menggali informasi status kepemilikan gedung. elihat kondisi gedung yang tampak kurang terawat, Asmadi berharap ada perbaikan dari Pemkot Batu.

"Banyak laporan dari masyarakat yang masuk mengenai kondisi gedung. Jika gedung itu memang milik Pemkot Batu, seharusnya bisa dikelola dengan baik," ujar Asmadi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq menyatakan bahwa Gedung Kesenian Kota Batu telah resmi menjadi milik Pemkot Batu. Pengelolaannya pun berada di Pemkot Batu.

Hanya saja, Gedung Kesenian tidak lagi menjadi prioritas setelah adanya Sendra Tari Arjuna Wiwaha.

Dikatakannya, sejak ia menjabat, sudah ada dua tujuan pusat wisata kebudayaan di Kota Batu yakni Gedung Kesenian dan Sendra Tari Arjuna Wiwaha. 

Sejak menjabat, Arief banyak memfokuskan untuk memperbaiki kondisi sendra tari yang berada di Kelurahan Sisir tersebut.

Arief mengatakan, kegiatan kesenian di Gedung Kesenian nantinya akan berpindah ke sendra tari. 

Bahkan Dinas Pariwisata Kota Batu berencana membangun Art Center di sekitar sendra tari. Biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 20 miliar.

"Kami punya lahan seluas 3.5 hektar di sana," ungkapnya.

Saat ini, Dinas Pariwisata Kota Batu sedang menyusun DED pembangunan gedung tersebut.

Pembangunan direncanakan bisa dimulai pada 2023.

Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nurochman menilai, berkaca pada aset-aset Dinas Pariwisata yang ada saat ini, urgensi pembangunan Art Centre belum begitu penting.

Salah satu contohnya adalah Gedung Dewan Kesenian Kota Batu. Gedung ini belum berfungsi dengan baik. Pun bangunan yang lain seperti Panggung Sendratari hingga pondok seni.

"Kota Batu punya gedung kesenian, punya panggung sendratari, punya pondok seni kalau ini dimaksimalkan dalam artian perawatan dan pemanfaatannya pasti akan mampu menggerakkan potensi seni budaya yang di harapkan berdampak pada apresiasi terhadap para pelaku seni budaya di Kota Batu," ujar Nurochman.

Dengan pemanfaatan dan perawatan aset daerah yang ada, para pelaku seni dan budaya bisa memanfaatkan gedung tersebut untuk berlatih dan melestarikan kesenian.

"Selain untuk melestarikan kesenian dan budaya warisan leluhur juga terjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Karena itu Disparta hanya perlu fokus dan sungguh-sungguh terhadap fasilitas yang sudah ada," ungkapnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved