Berita Surabaya Hari Ini

Pemkot Surabaya Sudah Kumpulkan Rp 1,5 Triliun dari Pajak, Baru 32 Persen dari Target

Realisasi penerimaan Pajak Daerah Kota Surabaya masih di bawah target sampai 10 Juni 2022.

maestrobali.com
Lambang Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Realisasi penerimaan Pajak Daerah Kota Surabaya masih di bawah target sampai 10 Juni 2022.

Setoran pajak di Surabaya baru mencapai Rp 1,5 triliun sampai awal triwulan kedua 2022.

Capaian ini jauh dari target tahun ini yang mencapai Rp 4,7 triliun.

"Sekarang baru mencapai 31,96 persen dari target," kata Musdiq Ali Suhudi, Kepala Badan Pendapatan Daerah Surabaya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (12/6/2022).

Tak hanya target tahunan, capaian tersebut juga masih di bawah target triwulan kedua, yaitu sekitar Rp 2 triliun.

"Jadi, masih 76,23 persen. Semoga sisa beberapa hari ini kita bisa mencapai target itu," katanya. 

Ia menargetkan, penerimaan bisa terus digenjot. Hingga akhir Juni, pihaknya optimistis bisa mencapai 41 persen dari total target pada tahun 2022.

"Kami masih harus kejar sekitar 10 persen, mudah-mudahan sampai akhir Juni nanti targetnya bisa tercapai," katanya.

Sebab, masih ada beberapa sektor pajak yang masih bisa dimaksimalkan. Sebab, hingga saat ini setoran pajak beberapa sektor berada di bawah target. 

Ia lantas merinci, dari total sembilan sektor pajak, penerimaan tertinggi berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Hingga tanggal 10 Juni, pendapatan pajak dari sektor PBB sudah mencapai Rp 567 miliar atau 52 persen dari target Rp 1,42 triliun. Sedangkan untuk BPHTB, mencapai Rp 360 miliar atau sekitar 27 persen dari target Rp 1,38 triliun.

"Kalau untuk BPHTB relatif flat. Tapi target sampai dengan bulan Juni sekarang tercapai sekitar 27 persen. Jadi, kita masih harus bekerja keras untuk BPHTB ini," katanya.

Selain PBB dan BPHTB, pajak dari parkir juga menjadi salah sektor yang penerimaannya cukup tinggi. Disusul sektor pajak reklame yang saat ini menurun di angka 31 persen atau Rp 44,7 miliar.

Di luar itu, ada beberapa sektor lain yang bisa dioptimalkan saat ini. Di antaranya, pajak dari tempat hiburan.

"Sebab, beberapa sektor baru mulai jalan di bulan Mei-Juni, karena kemarin beberapa masih tutup," ujarnya.

"Jadi memang ada beberapa pajak yang kita harus kejar. Secara historis, beberapa sektor turun saat lebaran dan puasa. Nanti setelah lebaran naik lagi," jelas Musdiq.

Tak hanya itu, penerimaan pajak dari sektor perhotelan juga belum terlalu signifikan. Ia berharap dengan situasi pandemi sekarang yang semakin terkendali, dapat mendongkrak penerimaan pajak hotel melalui Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).

"Kami berharap hotel dengan kondisi yang membaik itu, MICE bisa jalan. Kami berharap kondisinya normal, biasanya pick MICE itu kan sekitar Agustus, September, Oktober itu rapat-rapat banyak," tuturnya.

Koordinasi dengan Perangkat Daerah (PD) terkait juga ditingkatkan. Ia meyakini, hingga akhir bulan Juni 2022, penerimaan pajak bisa mencapai Rp 1,96 triliun pada target triwulan kedua.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved