Berita Malang Hari Ini

Antisipasi Penyebaran PMK, Pemkot Malang Bangun 4 Pos Pantau untuk Pengecekan Hewan Ternak

Pemkot Malang bangun Pos pantau di Kacuk, Arjosari, Blimbing dan Klenteng untuk mengantisipasi wabah PMK di Kota Malang

Humas Pemkot Malang
Tim Kesehatan Hewan Ternak Dispangtan Kota Malang saat mengobati hewan ternak di peternakan sapi yang ada di Lesanpuro Kota Malang, Sabtu (11/6/2022). Pemkot Malang bangun Pos pantau di Kacuk, Arjosari, Blimbing dan Klenteng untuk mengantisipasi wabah PMK di Kota Malang 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Empat pos pantau disiapkan Pemerintah Kota Malang untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Kota Malang.


Pos pantau ini akan dibangun titik-titik perbatasan Kota Malang, yakni di Kacuk, Arjosari, Blimbing dan Klenteng.


Pos tersebut yang nantinya akan bertugas, untuk melakukan pengecekan kedatangan hewan ternak yang digunakan untuk kurban saat Idul Adha nanti.


Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Sri Winarni menyampaikan, dalam pos pantau tersebut nantinya akan dibantu TNI Polri dan Satpol PP Kota Malang.


"Untuk mengantisipasi PMK ini, kami dari Dispangtan menerjunkan 30 petugas ke lapangan. Kemudian untuk pos pantau kami dibantu dari Polresta Malang Kota Malang, Kodim 0833 dan Satpol PP Kota Malang," ucapnya, Senin (20/6/2022).


Selain itu, menjelang Idul Adha nanti, pihaknya akan melakukan pemeriksaan rutin kepada para penjual hewan kurban yang berada di di pinggir jalan.


Pemeriksaan ini akan dilakukan lebih insentif, sesuai dengan petunjuk Wali Kota Malang untuk mengantisipasi penyebaran PMK untuk hewan ternak.


"Seperti di tahun-tahun sebelumnya, pemeriksaan ke tempat penjualan hewan kurban juga kami lakukan. Namun saat ini akan lebih insentif, karena ada wabah PMK," terangnya.


Selain ke tempat penjualan hewan kurban, pemeriksaan juga difokuskan ke masjid-masjid yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban.


Dalam pemeriksaan tersebut, nantinya yang akan diperiksa terkait dengan kondisi dari kesehatan hewan ternak tersebut.


"Nanti yang terjun itu ada dokter hewan beserta paramedis veteriner. Kemudian ada dari penyuluh pertanian yang juga membantu kami di lapangan," tandasnya.


Hingga 20 Juni 2022 ini, total sudah ada 296 hewan ternak di Kota Malang yang terkonfirmasi PMK.


Satu sapi meninggal dunia, 64 menjalani perawatan dan sisanya sembuh.

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved