Berita Malang Hari Ini

BRIN Akuisisi 500 Produk di Program Akuisisi Pengetahuan Lokal, Rp 20 Juta Per Produk

BRIN menggelar sosisalisasi program akuisisi pengetahun lokal. 500 produk ditargetkan diakuisisi tahun ini dengan kisaran harga Rp 5-20 juta/produk

Suasana sosialisasi program akuisisi pengetahun lokal Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung Bundar Unisma, Selasa (21/6/2022). BRIN menargetkan 500 produk diakuisisi tahun ini dengan kisaran harga Rp 5-20 juta/produk 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi tuan rumah sosialisasi program akuisisi pengetahun lokal  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung Bundar, Selasa (21/6/2022).

Para peserta yang datang  dalam kegiatan itu merupakan perwakilan dari 30 perguruan tinggi di Jawa Timur. 

Menurut Prof Dr Agus Haryono MSi, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN mengatakan sosialisasi dilakukan luring karena pandemi sudah membaik dan ada kecenderungan jenuh dengan pertemuan virtual. 

"Lewat sosialisasi ini, ada program BRIN untuk mengakuisisi atau dibeli BRIN untuk produk audio visual dan buku," kata Agus pada wartawan.

Produk yang sudah diakuisisi BRIN akan disebarluaskan lewat kanal publik milik BRIN. Untuk itu, BRIN menargetkan 500 produk yang diakuisisi tahun ini dengan kisaran harga Rp 5-20 juta/produk. 

Untuk itu akan ada ahli di bidangnya yang akan menilai dari segi kualitas produk buku dan audio visualnya.

Saat ini masih dilakukan tahap sosialisasi, kemudian dilanjutkan dengan mengirimkan produk ke BRIN.

Selanjutnya akan dievaluasi dan dinilai oleh penilai independen tentang kualitas produknya.

"Kemudian akan diakuisisi dan dilakukan pembayaran. Produk disebarkan luaskan oleh BRIN. BTIN akan fokus pada memperkuat literasi di masyarakat," kata Agus.

Ditambahkan, produk ilmu pengetahuan apapun akan diakuisisi agar masyarakat lebih banyak untuk  mendapatkan literasi.

Sedang Wakil Rektor I Unisma, Prof Junaidi Mistar PhD mengatakan banyak karya dosen dan civitas akademika Unisma yang hasil inovasinya berupa buku dan produk audio visual.

"Kebanyakan berupa buki," kata Junaidi. 

Karena itu di perpustakaan Unisma ada Unisma Corner, sebuah tempat khusus untuk memajang karya dosen-dosen Unisma.

Rencana kampus akan membuat daftar produk apa saja dan akan didaftarkan untuk ikut program ini.

"Apalagi kita sekarang pada tahap  research university. Fokus kita pada penelitian dan memanfaatkan produk-produk penelitian baik untuk kepentingan pembelajaran dan kepentingan masyarakat umum," paparnya.

Beberapa produk yang akan diikutkan seperti benalu teh dan pupuk.

"Kami juga ada varietas baru kambing, Prof Agus," ujar Wakil Rektor I kepada Prof Agus.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved