Travelling

Mengunjungi Rumah Cagar Budaya JL Anjasmoro 25, Pemilik Pertamanya Kepala RPH Kota Malang

Bangunan cagar budaya di Kota Malang adalah rumah di JL Anjasmoro 25. Rumahnya masih terawat bagus dan asri.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Tampak depan bangunan cagar budaya di JL Anjasmoro 25 Kota Malang, Selasa (21/6/2022). 

Kakeknya juga memiliki kemampuan berbahasa Madura karena pernah dinas di Sumenep Madura pada 1926.

Dikatakan Irawan, untuk perbaikan di rumah itu, paling hanya mengecat.

"Saya beruntung rumah kakek kokoh," katanya.

Untuk arsitektur rumah, orang Belanda merancang rumah di nusantara memakai kaidah barat.

Tapi mengadopsi hal-hal lokal. Sebab di Indonesia memiliki dua musim yaitu kemarau dan hujan. Agar tidak panas, maka dibangun langit-langit tinggi.

Selain itu ada angin ke plafon agar dingin. Terase lokal di bangunan tua juga bikin adem jika musim kemarau.  Supaya tidak bocor, orang Belanda membuat sudut kemiringan atap minimal 45 derajat.

Ketika orang Jepang datang setelah mengalahkan Belanda, rumah kakeknya dipinjam Jepang. Orang Belanda di Malang jadi tawanan.

"Saya diceritakan nenek saya, dulu tentara Jepang membuat interner/tempat menahan atau satu area dibatasi bagi orang Belanda," tuturnya.

Intinya orang Belanda ditawan.

Di Kota Malang, daerah gereja Ijen, Jl Guntur sampai Pasar Oro-Oro Dowo, Anjasmoro, Jl Raung, Jl Jakarta, Jl Salak (Pahlawan Trip), JL Ijen dipagar kawat oleh Jepang sebagai temoat tawanan anak-anak dan wanita Belanda.

Sedang laki-laki Belanda ditawan di JL Semeru-Kawi. Orang Belanda saat itu ada 5000 an. Karena kakek neneknya bukan orang Belanda, maka mereka diberi tempat di JL Ijen 37 sampai Jepang kalah.

Tapi masih ada perang agresi 1 dan 2 dimana Belanda ingin balik lagi. Singkat kata, kakeknya sampai mengungsi di Desa Peniwen, Kabupaten Malang.

Kemudian balik ke Malang menempati di JL Tanggamus 1 yang kini jadi rumah dinas sebuah bank pemerintah. Tahun 1950an, Slamet ingin kembali ke rumahnya di Anjasmoro. 

Untungnya ia tipikal tertib administrasi. Semua berkas rumah disimpan dan meminta bantuan ke tata praja Malang untuk mengurusnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved