Berita Batu Hari Ini

Wisata Buatan di Kota Batu Capai 20 Persen, Kota Batu Dijuluki Tujuan Wisata Beton

Kota Batu kerap dikritik sebagai tujuan wisata beton, karena banyak pembangunan fisik wahana wisata. Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko membantahnya

Menperekraf Sandiaga Salahuddin Uno bersama Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berfoto bersama setelah berdialog dengan pelaku UMKM di Graha Pancasila, Balaikota Among Tani, Rabu (29/6/2022). 

SURYAMALANG.COM|BATU – Perkembangan pariwisata Kota Batu yang begitu pesat menghadirkan pro dan kontra di masyarakat.

Kritikan yang kerap ditujukan terhadap industrialisasi pariwisata adalah Kota Batu sebagai tujuan wisata beton, melihat banyaknya pembangunan fisik sebagai wahana wisata.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjawab tudingan tersebut dengan penjelasan bahwa hanya 20 persen saja wisata buatan di Kota Batu.

Selebihnya adalah wisata berbasis alam. Wisata berbasis alam banyak dikembangkan di kawasan hutan dan perkebunan. Termasuk di kawasan pedesaan dengan slogan desa wisata.

“Ada yang mengatakan Kota Batu itu wisata beton, tapi banyak yang belum tahu bahwa sebenarnya hanya 20 persen saja. Mungkin ini juga kesalahan kami yang kurang kuat mensosialisasikannya,” ujar Dewanti.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu yang bersumber dari Kantor Pertanahan Kota Batu, realisasi penggunaan lahan di Kota Batu pada sektor industri terus meningkat sejak 2018.

Pada 2018, penggunaan lahan untuk kawasan industri seluas 91 Ha, lalu meningkat pada 2019 menjadi 95 Ha.

Pada 2020 dan 2021, jumlahnya menjadi 126 Ha. Kawasan permukiman mengalami peningkatan yang cukup pesat.

Pada 2018, tercatat 1907 Ha sementara pada 2021, mencapai 2909 Ha.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno sempat mengatakan sering mendengar stigma bahwa Kota Batu merupakan kota wisata beton.

Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Universitas Merdeka Malang. Saat itu, Dewanti juga hadir di acara tersebut.

“Kita sering dengan dan ini menjadi tantangan bagi Kota Batu karena ada yang menyebut sebagai kota wisata beton,” ujar Sandi.

Senada dengan Dewanti, Sandi juga berujar bahwa masih banyak yang belum tahu bahwa ternyata jumlah wisata buatan di Kota Batu hanya 20 persen saja.

Menurutnya, memang perlu upaya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak salah persepsi.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved