Penyakit Aneh Ruben Onsu Divonis Kritis Tapi Masih Bercanda di TV, Dokter Kaget: Kok Bisa Berdiri?

Penyakit aneh Ruben Onsu divonis kritis tapi masih bercanda di TV, dokter kaget: kok bisa berdiri?

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
YouTube TRANS7 OFFICIAL/The Onsu Family
Ruben Onsu ketika kritis di rumah sakit (kiri) saat tampil di program TRANS 7 (kanan) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Jenis penyakit aneh Ruben Onsu membuat dokter kaget melihat presenter 38 tahun itu bisa berdiri dan syuting di televisi. 

Dokter yang menvonis Ruben Onsu sakit kritis itu ikut dibuat heran karena pasiennya bahkan bercanda di depan penonton. 

Sebagai public figure yang punya jam terbang tinggi, Ruben Onsu memang dihujani banyak program televisi. 

Beberapa waktu lalu Ruben Onsu memang mengabarkan jika dirinya masuk rumah sakit akibat suatu penyakit serius. 

Ruben Onsu tidak menyebutkan secara jelas nama penyakit tersebut namun, dokter menyebut kondisinya cukup kritis.

Penjelasan dokter itu sempat membuat ayah tiga anak ini kaget, karena menurut Ruben Onsu, Ia merasa baik-baik saja bahkan masih aktif bekerja.

Sontak ucapan Ruben Onsu membuat dokter heran.

"Emang sakit, karena Hb-nya cuma 4. Kata dokter kok lu masih bisa berdiri? Kata gue kan masih jorok-jorokan di acara TV"

"Masih canda-canda. Waktu itu lagi sama Denny Cagur dan Mpok Alpa. Bintang tamunya Indra Bruggman"

"Jadi gue enggak ada rasa (sakit). Dinyatakan kritis itu pas siang hari, lagi meeting," tutur Ruben Onsu dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (30/6/2022). 

Kondisi Ruben Onsu saat sakit dan dirawat di ruang ICU
Kondisi Ruben Onsu saat sakit dan dirawat di ruang ICU (Tangkapan layar YouTube The Onsu Family)

Seorang dokter yang juga menangani Ruben Onsu ikut memberikan penjelasan.

"Terjadinya kumpulan darah yang tidak pada tempatnya ini biasanya menimbulkan berbagai penyakit"

"Tergantung darahnya itu apakah ada di atas atau di luar selaput otak. Ada di bawah selaput otak atau di parenkim otak tersebut," ujar dokter Daniel Lienata.

Lebih lanjut dokter juga menambahkan perbedaan lokasi kumpulan darah itulah yang menentukan gejala pada penderita.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved