ACT Diduga Selewengkan Dana untuk Gaji dan Fasilitas Pimpinan ACT Serta Aktifitas Terlarang

Dugaan penyalahgunaan dana, sejumlah petinggi ACT diduga mendapatkan gaji fantastis hingga ratusan juta rupiah per bulan dan fasilitas mobil mewah

ACT
Logo ACT - Berikut profil, sejarah dan para pengurus Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dugaan penyalahgunaan dana, sejumlah petinggi ACT diduga mendapatkan gaji fantastis hingga ratusan juta rupiah per bulan dan fasilitas mobil mewah 

SURYAMALANG.COM - Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) ramai menjadi bahan pembicaraan di media sosial setelah sebuah media nasional membuat laporan khusus mengenai dugaan penyalahgunaan donasi.

Dalam laporan itu, sejumlah petinggi ACT diduga mendapatkan gaji fantastis hingga ratusan juta rupiah per bulan dan mendapatkan fasilitas mobil mewah.

Sedangkan para pejabat mengengah di ACT diduga digaji hingga Rp 80 juta sebulan dengan tambahan fasilitas mobil Alphard atau Fortuner.

Dilansir dari Tribunnews, tak hanya untuk kepentingan pribadi sejumlah pimpinan ACT, Ketua PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, uang yang didapat dari donasi umat ini diduga juga disalurkan untuk mendanai aktivitas terlarang.

"Ya indikasi kepentingan pribadi dan terkait dengan dugaan aktivitas terlarang," kata Ivan saat dikonfirmasi, Senin (4/7/2022).

PPATK, bahkan telah menyampaikan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

PPATK, lanjut Ivan telah memproses dugaan penyalahgunaan dana tersebut sejak lama.

"Kami sudah proses sejak lama dan sudah ada hasil analisis yang kami sampaikan kepada aparat penegak hukum," ujar dia.

Kendati demikian, Ivan masih belum memberikan informasi kelanjutan dari hasil penelusuran pihak PPATK.

"Namun perlu pendalaman oleh penegak hukum terkait," tuturnya.

Untuk diketahui, tagar #JanganpercayaACT sempat ramai dan menjadi trending topic di Twitter sejak Senin (4/7/2022) dini hari.

Tagar itu diramaikan seiring dengan pembicaraan soal lembaga filantropi ACT yang diduga menyelewengkan dana sumbangan dari masyarakat.

Salah satu hal yang turut disorot yaitu terkait gaji CEO ACT yang jumlahnya disebut fantastis. Bahkan, para pejabat ACT juga mendapatkan berbagai fasilitas mewah.

Bareskrim Bergerak

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved