Berita Nganjuk Hari Ini

Libur Sekolah, BNNK Imbau Orangtua Tingkatkan Pengawasan Anak Dari Penyalahgunaan Narkoba

Libur sekolah yang panjang menyebabkan banyak kegiatan dari anak yang terlepas dari pengawasan orangtua sehingga rawan terhadap penyalahgunan narkoba

Tribunnews.com
Ilustrasi - Libur sekolah yang panjang menyebabkan banyak kegiatan dari anak yang terlepas dari pengawasan orangtua sehingga rawan terhadap penyalahgunan narkoba 

SURYAMALANG.COM|NGANJUK - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak dalam pergaulannya. Terutama pada saat liburan sekolah sekarang ini dimana pengawasan orangtua terhadap anak harus ditingkatkan.

Penyuluh BNNK Nganjuk, Mukhlis menjelaskan, kondisi libur sekolah menjadi perhatian utama bagi BNNK Nganjuk.

Sebab, sebelumnya anak dapat terkontrol kurang lebih 8 jam saat di sekolah.

Tetapi dengan masa libur sekolah maka ada banyak kegiatan lain dari anak mungkin yang terlepas dari pengawasan orangtua sehingga rawan terhadap penyalahgunaan narkoba (Narkotika dan Obat berbahaya).

"Kalau di sekolah ada guru yang mengontrol anak selama kurang lebih 8 jam, tapi kemudian saat liburan anak terkadang lepas dari pegawasan orangtua dan ini yang perlu diwaspadai," kata Mukhlis dalam Talkshow di Radio Suara Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk, Selasa (5/7/2022).

Dikatakan Mukhlis, fokus dari BNNK Nganjuk sendiri yakni pada lembaga pendidikan sebagai antisipasi terhadap generasi bangsa agar tidak terjerumus pada bahaya narkoba.

Saat libur sekolah, BNNK Nganjuk biasanya bekerjasama dengan pihak sekolah untuk memberikan edukasi bahaya narkoba melalui kegiatan orientasi siswa, pramuka, dan sebagainya.

"Kami mengantisipasi bagaimana penyampaian sosialisasi atau informasi itu bisa dilakukan di waktu libur sekolah," ujar Mukhlis.

Lebih lanjut diungkapkan Mukhlis, penyampaian edukasi bahaya Narkoba harus diklasifikasikan menurut usia. Misalnya, usia pra-SD diberikan pengetahuan mengenai makanan yang sehat, dan begitu seterusnya sesuai jenjang usia.

"Dengan edukasi sesuai jenjang usia pendidikan, sehingga apa yang disampaikan akan lebih mudah dipahami," ucap Mukhlis.

Disamping itu, menurut Mukhlis, saat libur sekolah orang tua bisa memfasilitasi anak dengan berbagai kegiatan yang positif, maka sebagai orang tua harus mengarahkan kesana.

Selanjutnya, ungkap Mukhlis, orangtua harus mengerti karena anak memiliki sifat keingintahuan yang lebih banyak, seperti ingin mencoba hal-hal baru.

Serta ada dampak sikap yang ditimbulkan jika orangtua tidak bisa memahami keinginan anak.

"Biasanya ada tiga sikap anak, yaitu melawan, diam, dan pergi meninggalkan rumah," ujar Mukhlis.

Untuk itu, imbuh Mukhlis, dalam mengedukasi masyarakat kedepan BNNK Nganjuk akan menghidupkan kembali sosialisasi mengenai narkoba dengan mobil keliling masuk ke pemukiman warga baik kota maupun desa.

BNNK juga tetap berkolaborasi dengan pemerintah desa dalam memberikan edukasi mengenai narkoba.

"Dan BNNK siap memberikan sosialisasi apabila masyarakat ingin mengundang langsung dan mendengah tentang bahaya narkoba. Atau masyarakat bisa datang langsung ke BNNK mendapatkan pengetahuan agar penyalahgunaan narkoba di masyarakat bisa ditekan," tutur Mukhlis

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved