Hukum Menggabung Puasa Tarwiyah dan Arafah dengan Puasa Qadha Ramadan, Lengkap Bacaan Niatnya

Berikut penjelasan terkait hukum menggabung puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah dengan puasa qadha untuk membayar utang puasa Ramadan 20

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Shutterstock via Tribun Kaltim
ILUSTRASI - Hukum menggabung puasa Dzulhijjah 

SURYAMALANG.COM, Malang - Berikut penjelasan terkait hukum menggabung puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah dengan puasa qadha untuk membayar utang puasa Ramadan 2022.

Di akhir ulasan juga terdapat niat puasa Dzulhijjah dan niat puasa qadha dalam tulisan latin dan arab dilengkapi terjemahan.

Seperti diketahui bulan ini merupakan satu bulan bulan istimewa bagi umat muslim yaitu bulan Dzulhijjah 1443 H.

Bahkan pada bulan ini umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak melakukan ibadah dan amalan yang dianjurkan, menjelang hari raya Idul Adha 2022.

Salah satu diantaranya ialah puasa sunnah di sembilan hari pertama bulan tersebut.

Namun, hal itu menjadi pertanyaan bagi sejumlah orang, ketika ingin puasa sunnah Dzulhijjah akan tetapi juga berkeinginan mengganti puasa Ramadhan.

Lantas bolehkah puasa Dzulhijjah digabung dengan ganti puasa Ramadhan atau Qadha?

Baca juga: Jadwal Hari Tasyrik 2022 Larangan Puasa di Bulan Dzulhijjah 1443 H, Simak Amalan yang Dianjurkan

Wakil Dekan 3 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ponorogo Iswahyudi memberi penjelasan.

Ia mengatakan, diperbolehkan bagi mereka yang ingin berpuasa Dzulhijjah dan diniati dengan puasa Qadha.

"Kalau mereka sedang tidak haji bisa laksanakan puasa dari tanggal 1-9, kalau tidak sempat, minimal ia puasa tanggal 9 Dzulhijjah,"

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved