Berita Jombang Hari Ini

Kemenag Bekukan Operasional Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Terkait Kasus Pencabulan Oleh Anak Kiai MSA

Kemenag memutuskan membekukan operasional pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah Jombang,terkait kasus pencabulan oleh anak kiai Moch Subchi Al Tsani

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni
KOndisi saat Ratusan Polisi melakukan upaya penangkapan paksa terhadap tersangka DPO kasus pencabula, MSAT di Ponpes Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Kamis (7/7/2022). Kemenag membekukan izi operasional Ponpes ini 

SURYAMALANG.COM  - Kementerian Agama (Kemenag) ikut mengambil langkah tegas terkait penanganan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh anak kiai di Jombang dengan membekukan izin operasional Pondok Pesantren bersangkutan.

Kemenag memutuskan membekukan operasional pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur.

Ponpes yang dibekukan itu merupakan pesantren milik kiai yang anaknya menjadi tersangka pencabulan.

Baca juga: BREAKING NEWS : Polisi Kepung MSAT Anak Kiai Jombang DPO Kasus Pencabulan, Sejumlah Orang Ditangkap

Seperti diketahui, hari ini, Kamis (7/7/2022) , polisi berupaya melakukan penangkapan paksa tersangka dugaan kasus pencabulan, Moch Subchi Al Tsani atau MSAT (41) yang sudah ditetapkan sebagai DPO atau buronan.

Polisi gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang dengan kekuatan ratusan personel mengepung ponpes di Ploso Jombang itu untuk menangkap tersangka.

Dan kini, di hari yang sama, Kemenag menunjukkanlangkah konkret  dalam mendukung upaya penegakan hukum yang dijalankan polisi.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Waryono mengungkapkan, jika nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan.

"Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat," kata Waryono melalui keterangan tertulis, Kamis (7/7/2022).

 Waryono mengatakan, pembekuan tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk tindakan tegas yang diambil atas kasus yang melibatkan anak kiai yang juga salah satu pimpinan pondok pesantren tersebut.

Selain itu, pihak pesantren juga dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap anak kiai yang berinisial MSA (42) itu.

Waryono berujar, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kankemenag Jombang, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa para santri tetap dapat melanjutkan proses belajar dan memperoleh akses pendidikan yang semestinya.

"Yang tidak kalah penting agar para orang tua santri ataupun keluarganya dapat memahami keputusan yang diambil dan membantu pihak Kemenag.

Jangan khawatir, Kemenag akan bersinergi dengan pesantren dan madrasah di lingkup Kemenag untuk kelanjutan pendidikan para santri," kata Waryono.

PB NU dan RMI NU Jatim juga Dukung Penegakan Hukum

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved