Mengenal Lesi Otak Penyakit Ruben Onsu Berupa Bintik Hitam Penghisap Banyak Darah, Bisa Sembuh?
Mengenal Lesi Otak penyakit Ruben Onsu berupa bintik hitam penghisap banyak darah, sisa sembuh?
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Mengenal lesi otak penyakit Ruben Onsu yang membuatnya masuk ICU beberapa waktu lalu.
Menurut pengakuan Ruben Onsu, kadar darah dalam tubuhnya belakangan ini semakin berkurang.
Dari hasil pemindaian otak alias MRI ternyata terdapat bintik hitam yang diduga merupakan lesi otak.
Lesi otak itu membuat Ruben Onsu membutuhkan lebih banyak darah sehingga harus menerima donor.
Suami Sarwendah menganalogikan bercak di bagian kepala tersebut seperti penghisap darah yang harus rutin diperiksa berkala setiap tiga minggu.
"Sebelumnya aku ada MRI, emang ada beberapa yang harus ditelaah lebih jauh"
"Ada bintik-bintik di bagian otak yang katanya otak kalau sama darah serakah. Kalau masuk darah, nyerapnya lebih banyak"
"Jadi kalah sama yang ada di tubuh. Jadi lebih banyak keserap di otak," ungkap Ruben di acara Brownis pada Senin (27/6/2022).
Untuk menyelamatkan kondisinya, Ruben Onsu menjelaskan butuh transfusi sebanyak 7 kantong darah dalam kurun waktu beberapa jam.
"Pas kemaren itu ya darahnya berkurang lagi, kemarin total nambah darah itu 7 kantong," papar Ruben Onsu di acara "Ketawa itu Berkah" tayang Selasa (28/6/2022).
Meski beberapa kali harus dibawa ke rumah sakit, Ruben Onsu mengaku sampai kini tak merasakan sakit apapun pada bagian tubuhnya.
Lantas, apa penyebab, gejala dan cara pengobatan Lesi Otak?
Mengutip WebMD, lesi adalah area jaringan yang telah rusak karena cedera atau penyakit jadi, lesi otak adalah area cedera atau penyakit di dalam otak.
Walaupun definisinya terdengar sederhana, memahami lesi otak bisa jadi rumit karena ada banyak jenisnya.
Lesi otak dapat berkuran kecil hingga besar, dari sedikit hingga banyak, dari yang relatif tidak berbahaya hingga mengancam jiwa.
- Penyebab Lesi Otak
Lesi otak dapat disebabkan oleh cedera, infeksi, dan paparan bahan kimia tertentu.
Penyakit ini juga bisa karena terdapat masalah dengan sistem kekebalan tubuh.
- Gejala Lesi Otak
Gejala Lesi Otak bervariasi tergantung pada jenis, lokasi, dan ukuran lesi.
Gejala umum untuk beberapa jenis Lesi Otak, di antaranya:
Sakit kepala
Sakit leher atau kaku
Mual, muntah, dan kurang nafsu makan
Perubahan penglihatan atau sakit mata
Perubahan suasana hati, kepribadian, perilaku, kemampuan mental, dan konsentrasi
Kehilangan memori atau kebingungan
Kejang
Demam
Kesulitan bergerak.
- Jenis-jenis Lesi Otak
Meskipun mereka memiliki definisi yang sama, cedera atau kerusakan jaringan di dalam otak, Lesi Otak sangat bervariasi.
Berikut adalah beberapa Lesi Otak yang umum.
1. Abses
Abses otak adalah area infeksi, termasuk nanah dan jaringan yang meradang.
Abses tidak umum, tetapi mengancam jiwa.
Abses otak sering terjadi setelah infeksi, biasanya di area terdekat, seperti infeksi telinga, sinus, atau gigi.
Penyakit ini juga dapat muncul setelah cedera atau operasi pada tengkorak.
2. Malformasi arteriovenosa (AVM)
AVM adalah jenis Lesi Otak yang terjadi selama perkembangan awal.
Arteri dan vena di otak tumbuh menjadi kusut dan dihubungkan oleh struktur seperti tabung yang disebut fistula.
Arteri tidak sekuat arteri normal.
Vena sering membesar karena aliran darah yang konstan langsung dari arteri melalui fistula ke vena.
Pembuluh yang rapuh ini bisa pecah, membocorkan darah ke otak.
Selain itu, jaringan otak mungkin tidak menerima cukup darah untuk berfungsi dengan baik.
Kerusakan otak dapat menyebabkan kejang sebagai gejala pertama AVM.
3. Infark serebral
Infark mengacu pada kematian jaringan.
Infark serebral, atau stroke, adalah Lesi Otak di mana sekelompok sel otak mati ketika mereka tidak mendapatkan cukup darah.
4. Cerebral palsy
Jenis Lesi Otak ini terjadi ketika bayi masih dalam kandungan ibu.
Cerebral palsy tidak berkembang seiring waktu.
Lesi otak mempengaruhi kemampuan anak untuk bergerak, yang juga dapat membuat komunikasi dan keterampilan terkait menjadi sulit.
Namun, banyak anak dengan cerebral palsy memiliki fungsi intelektual yang normal.
5. Multiple sclerosis (MS)
Dengan kondisi ini, sistem kekebalan menyerang dan merusak lapisan saraf (myelin) di otak dan sumsum tulang belakang.
Lesi ini mempersulit pesan untuk dikirim dan diterima dengan baik antara otak dan bagian tubuh lainnya. Pelajari lebih lanjut tentang gejala MS .
- Cara Pengobatan Lesi Otak
Dikutip dari CleveClinic, perawatan Lesi Otak bervariasi pada setiap kasus individu tergantung pada jenis, lokasi, dan penyebabnya.
Hal pentingnya adalah bahwa pemeriksaan menyeluruh diselesaikan oleh dokter untuk mengembangkan rencana perawatan yang tepat.
Pilihan pengobatan tergantung pada jenis lesi dan tingkat keparahan gejala.
Biasanya obat-obatan dapat digunakan untuk mengobati penyebab yang mendasarinya.
Pembedahan dapat menjadi pilihan dalam beberapa kasus, seperti ketika lesi disebabkan oleh tumor otak.
Terkadang, lesi dan gejala tidak membaik bahkan setelah diagnosis yang tepat dan pengobatan yang tepat dan tujuannya adalah untuk mengelola gejala.
Mengutip BanjarmasinPost 'Kecurigaan Ruben Onsu pada Darah yang Diterima Tubuhnya'
Mengutip TribunKesehatan 'Apa Itu Lesi Otak? Berikut Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya'.
Ikuti berita Ruben Onsu lainnya.
Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com
(BanjarmasinPost|Danti Ayu/Tribunnews|Yurika Nendri)