Berita Malang Hari Ini

Rentetan 108 Gempa Bumi di Malang dan Lumajang Dalam Sehari, Pemkab Bersiap Hadapi Potensi Bencana

Rentetan gempa bumi susulan yang sempat menerjang wilayah Selatan Malang - Lumajang hingga 108 kali terjadi sejak Sabtu (9/7/2022)hingga Minggu

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
Instagram/@infobmkg
Informasi gempa bumi di akun media sosial resmi BMKG di mana pada Sabtu (9/7/2022) hingga Minggu (10/7/2022) terjadi hingga 108 kali gempa di kawasan laut selatan dekat kabupaten Malang dan Lumajang 

SURYAMALANG.COM, MALANG  - Pemerintah Kabupaten Malang mewaspadai adanya bencana gempa bumi yang bisa saja menerjang kapan saja pasca terjadinya rentetan gempa sepanjang Sabtu (9/7/2022) hingga Minggu (10/7/2022).

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto terus memantau adanya rentetan gempa bumi susulan yang sempat menerjang wilayah Selatan Malang - Lumajang sejak Sabtu (9/7/2022).

Kata Didik, Pemkab Malang telah bersiap dalam segi anggaran penanganan bencana yang nilainya mencapai Rp 15 miliar.

Dana tersebut berasal dari dana belanja tidak terduga atau BTT.

"Memang tetap nilainya dikisaran Rp 15 miliar. Ini memang sifatnya untuk emergency (gawat darurat). Namun kami berharap semua bisa baik-baik saja. Dan wilayah Kabupaten Malang bebas dari bencana alam apapun," ujar Didik ketika dikonfirmasi.

Didik mengkiaskan potensi bencana alam di Kabupaten Malang begitu banyak. Alhasil dirinya meminta masyarakat juga bersikap waspada setiap saat.

"Kabupaten Malang kita tahu di sebelah Selatan itu ada Samudera Hindia. Juga di dataran tinggi dikelilingi gunung berapi. Inilah yang memunculkan potensi bencana alam di Kabupaten Malang yang cukup banyak. Gempa, gunung meletus dan sebagainya," ujar Didik.

Mantan Kepala Desa Tunjungtirto ini menyakini masyarakat di wilayahnya telah sadar bencana.

"Kami telah memiliki desa siaga bencana dan di situ juga kami dorong peran organisasi seperti PKK agar menguatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana," tutur Didik.

Sementara itu, berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Statsiun Geofisika Karangkates Malang, gempa magnitudo 5,2 mengguncang Lumajang pada Sabtu (9/7/2022) telah memunculkan rentetan gempa susulan.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Malang, Mamuri menjelaskan hingga Minggu (10/7/2022) pukul 04.00 WIB, sebanyak 108 kali gempa susulan mengguncang titik gempa yang berada di Lumajang.

"Susulan ini terjadi bisa disebabkan oleh karakter batuan yag rapuh, ini aktivitas tektonik. Mudah-mudahan hanya magnitude kecil-kecil saja. Kami masih terus memonitor ini," ucap Mamuri ketika dikonfirmasi.

Mamuri mengatakan, besaran magnitudo bencana alam gempa bumi sulit diprediksi, sekalipun memakai teknologi paling mutakhir.

Alhasil, ia tetap meminta masyarakat agar tetap waspada.

"Namun demikian, sampai saat ini gempabumi belum bisa di prediksi. Jadi untuk selalu tetap waspada," tutupnya.

Foto: Gempa bumi yang pernah menerjang wilayah Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved