Berita Malang Hari Ini

Ini Penyebab Perubahan Status Jalan di Sisi Timur Kota Malang Belum Juga Terealisasi

Jalan tersebut, kini statusnya masih menjadi wewenang dari Pemerintah Kota Malang, dan rencananya diubah menjadi jalan provinsi atau jalan nasional.

SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Suasana Jalan Mayjen Sungkono Kota Malang, Selasa (12/7/2022). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wacana perubahan kelas jalan di sepanjang sisi timur Kota Malang mulai dari Jalan Ki Ageng Gribig hingga Jalan Mayjen Sungkono hingga kini belum juga terealisasi.

Jalan tersebut, kini statusnya masih menjadi wewenang dari Pemerintah Kota Malang, dan rencananya diubah menjadi jalan provinsi atau jalan nasional.

Keinginan Pemkot Malang untuk mengubah status jalan tersebut sudah sejak 2019 silam.

Upayanya dimulai dari rencana tukar guling jalan, baik itu jalan nasional yang berada di Jalan Gatot Subroto, atau jalan provinsi yang berada di Jalan Soekarno Hatta.

Hal ini untuk menindaklanjuti adanya pintu Tol Malang di Madyopuro.

Serta untuk menghindari jalan rusak, karena seringnya kendaraan besar melewati jalan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi menyampaikan, bahwa proses perubahan status jalan tersebut mengalami sejumlah kendala.

Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian PUPR, untuk diubah menjadi jalan nasional.

Diah juga melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk diubah menjadi jalan provinsi.

"Kami sudah melakukan komunikasi dan sudah diajukan ke nasional. Tapi katanya belum dimasukkan. Alasannya kenapa, gak ada," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, belum lama.

Sedangkan saat diajukan kepada Dishub Provinsi Jatim, Diah menyampaikan, bahwa provinsi telah merespon dan cukup terbuka mengenai status jalan ini.

Bahkan, Dishub Provinsi Jatim telah melakukan survei ke Jalan Mayjen Sungkono, sampai ke Jalan Rajasa hingga ke Pasar Induk Gadang.

Dari hasil tersebut, ada sejumlah pertimbangan yang membuat Dishub Jatim, belum juga mengambil alih jalan tersebut.

Hal ini disebabkan, adanya pasar tumpah, atau pedagang kaki lima yang berjualan di Pasar Induk Gadang.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved