Berita Malang Hari Ini

Fakultas Ilmu Sosial UM Lakukan Pendampingan Pengembangan KSOP Bagi Guru YPK Malang

Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial UM melaksanakan pendampingan pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

suryamalang/sylvi
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan melakukan pendampingan pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan. Serta merancang poyek bagi guru-guru YPK Jatim di Malang. Kegiatan dilaksanakan pada Senin lalu (11/7/2022) di gedung A6 UM. 

SURYAMALANG.COM|MALANG- Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan pendampingan pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan.

Selain itu, juga membantu merancang proyek bagi guru-guru YPK Jatim di Malang. Kegiatan dilaksanakan pada Senin lalu (11/7/2022) di gedung A6 UM.

Kegiatan ini diikuti 18 peserta yang terdiri atas Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum dan guru dari TK Mardi Rahayu, SD Kristen Brawaijaya 3, SMP 1 dan 4 YPK Jatim Malang. 

"Pendekatan pendidikan yang baru yang diterapkan Mendikbudristek ini untuk  memperbaiki sistem pembelajaran dan evaluasi belajar," jelas Prof Dr Sumarmi MPd, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat yang juga Dekan FIS UM dalam rilisnya, Rabu (13/7/2022).

Ia mengharapkan paradigma pendidikan yang baru itu segera dilaksanakan sehingga meningkatkan kemampuan siswa dalam berfikir kritis, kreatif, inovatif serta meningkatkan keimanan siswa sekolah di lingkungan YPK Jatim.

Dalam tim ini ada Neni Wahyuningtyas SPd MPd dan Alfyananda Kurnia Putra.

Pada aplikasinya, pelajar mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat dan berdampak. Misalkan dari membuat gagasan, tindakan dan karya nyata secara proaktif dan independen untuk menemukan cara-cara lain yang berbeda untuk bisa berinovasi. 


Dikatakan, pelajar yang kreatif adalah pelajar yang bisa menghasilkan gagasan, karya dan tindakan yang orisinil. Serta memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan dalam bentuk proyek.

Sedang implementasi KSOP proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk pengurangan beban belajar di kelas (intrakurikuler).


Sehingga siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar disetting yang berbeda. Meski begitu, beban guru harus dipertahankan. Sehingga alokasi waktu guru pada satu mata pelajaran terbagi dua, yaitu pada intrakurikuler dan kokurikuler.


Ada tujuh tema yang dapat dipilih oleh satuan pendidikan antara lain Perubahan Iklim Global, Kearifan Lokal, Bhineka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi dll. Menurut Sumarmi, adanya kegiatan ini sebagai kesempatan bagi sekolah-sekolah di lingkungan YPK Jatim untuk bangkit.


Dan membangun inovasi dan kreatifitas mengembangkan kurikulum sesuai kondisi yang ada di sekolah-sekolah masing-masing. Pada saat kegiatan pendampingan, masing-masing sekolah menetapkan dua proyek yang akan diterapkan di semester ganjil dan genap.

Pada proyek di semester genap skalanya lebih besar dan waktu lebih banyak.


Untuk efisien waktu, dirancang dua alternatif model dalam implementasi proyek dengan skema luring dan hibrid.  Untuk skema hibrid, guru diberi pelatihan Pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Project dengan Hybrid Learning. Hal ini bisa jadi panduan siswa ketika mengerjakan proyeknya yang bisa dipelajari di rumah.


Waktu pendampingannya dilakukan dilakukan dua kali. Pertama, pendampingan penyusunan kurikulumnya dan yang kedua pendampingan untuk pembuatan LKPD berbasis proyek  dengan hybrid learning.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved