Berita Batu Hari Ini

Terdakwa Kasus Kekerasan Seksual di SPI Kota Batu Diduga Intimidasi Saksi dan Korban

Terdakwa perkara dugaan kekerasan seksual sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Julianto Eka Putra diduga mengintimidasi saksi dan korban.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin
Instagram/@uinsa.garis.lurus
ILUSTRASI. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Terdakwa perkara dugaan kekerasan seksual sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Julianto Eka Putra diduga mengintimidasi saksi dan korban.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Mia Amiati mengatakan ada sembilan saksi dan korban yang mendapat intimidasi dari terdakwa agar menarik tuntutannya dari pengadilan.

Terdakwa mengintimidasi saksi dan korban melalui Whatsapp (WA).

Terdakwa juga menjanjikan fasilitas materi agar orang tua korban mencabut laporan kasus tersebut. 

"Sita saja ponselnya, dan buktikan ada chat WA atau tidak. Kalau berbicara harus ada bukti. Kalau berbicara tidak ada buktinya, berarti bicara tanpa dasarnya," ujar kuasa hukum terdakwa, Jeffry Simatupang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (13/7/2022).

Jeffry memastikan terdakwa tidak pernah mengintimidasi saksi dan korban.

Jeffry menyerahkan semuanya ke pengadilan agar proses hukum dapat terus berjalan.

"Kami tidak pernah menawarkan apapun. Proses hukum telah berjalan dan biarkan pengadilan yang memutus," tambahnya.

Jeffry yakin Julianto tidak bersalah.

"Jadi buat apa menawarkan perdamaian dan menawarkan materi. Kami tidak pernah memberi penawaran tertentu untuk pencabutan laporan dan sebagainya," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved