Berita Batu Hari Ini

Pemkot Batu Tetapkan Lima Objek Sebagai Cagar Budaya

Pemerintah Kota Batu menetapkan lima objek sebagai cagar budaya. Apa saja lima bangunan tersebut?

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Balai Desa Tulungrejo termasuk bangunan cagar budaya di Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu menetapkan lima objek sebagai cagar budaya.

Lima ovjek tersebut terdiri atas Villa Bima Sakti Selecta, Makam Dinger, Balai Desa Tulungrejo, patung Archa Ganesha di Dusun Klerek, Desa Torongrejo dan Petirtaan Sumberjeding di Desa Junrejo.

Upaya itu dilakukan demi melindungi objek dari kerusakan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq menyatakan jika sebuah bangunan bisa ditetapkan sebagai cagar budaya jika sudah berusia lebih dari 50 tahun.

Tak hanya itu, objek tersebut  harus memiliki keunikan, nilai historis dan status kepemilikan yang jelas.

“Lima objek ini memenuhi kriteria tersebut sehingga kami tetapkan menjadi objek cagar budaya tingkat kota," ungkap Arief. 

Lima objek tersebut sebagian besar milik Pemkot Batu. Penetapannya pun terbilang mudah dan cepat.

Setelah dilakukan penetapan, langkah selanjutnya pemeliharaan. Pemkot Batu juga mengupayakan agar keberadaan cagar budaya bisa menjadi kunjungan wisata.

"Ini bisa jadi potensi wisata baru. Bisa saja membuat paket wisata sejarah dengan objek-objek cagar budaya yang ada. Dengan begitu dampaknya akan terasa bagi masyarakat," ujar mantan Kadis LH ini.

Direktur Utama PT Selecta, Sujud Hariadi mengutarakan jika tak banyak hal berubah setelah salah satu tempatnya berstatus cagar budaya.

Layanan di Villa Bima Sakti tetap berjalan seperti biasa. Wisatawan yang hendak bermalam tetap bisa menyewa tempat penginapan tersebut. 

"Kami tidak perlu ada izin apapun dalam penggunaan. Terpenting harus terus menjaga keorsinilan dari bangunan tersebut," tutur dia. 

Dari segi perawatan bangunan, Sujud mengatakan jika sejak awal pihaknya sudah mengantongi SOP. Hal itu didapat ketika Balai Cagar Budaya melakukan kunjungan.

Pengelola sudah diajari tentang bagaimana merawat bangunan cagar budaya. Hingga bagaimana cara menbersihkan jamur. Sujud menjamin bahwa salah satu cagar budaya yang ada di Selecta ini akan terus lestari. 

Presiden RI pertama, Sukarno pernah tinggal di Villa Bima Sakti.

Villa ini awalnya bernama Villa De Brandarice. Sukarno dikabarkan berkunjung ke villa ini menghabiskan waktu sebum mengambil keputusan penting.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved