Berita Surabaya Hari Ini

Kantor ACT Jatim Digeruduk Puluhan Orang, Desak Hentikan Aktivitas Penggalangan Dana

Puluhan orang mengatasnamakan diri sebagai massa dari Forum Merah Putih (FMP) Jawa Timur mendatangi kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) wilayah Jatim

surya.co.id/Luhur Pambudi
Saat massa Forum Merah Putih (FMP) Jawa Timur mendatangi Kantor lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) wilayah Jatim yang berlokasi di Jalan Gayungsari Barat X No 41, Gayungan, Surabaya, digeruduk puluhan orang, Jumat (15/7/2022) siang 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA- Kantor lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) wilayah Jatim yang berlokasi di Jalan Gayungsari Barat X no 41, Gayungan, Surabaya, digeruduk puluhan orang, Jumat (15/7/2022) siang. 

Puluhan orang tersebut mengatasnamakan diri sebagai massa dari Forum Merah Putih (FMP) Jawa Timur. 

Bertajuk 'Stop Total Aktivitas ACT Jatim & Usut Dana ACT Jatim' dalam setiap atribut yang dibawa oleh massa aksi. 

Massa aksi FMP Jatim juga mendesak kepolisian mengusut aktivitas organisasi, sekaligus melacak aliran dana yang dihimpun dari donasi masyarakat atas kemanusiaan yang dilakukan selama ini. 

"Kami mendukung tegas pemerintah melalui Kemensos untuk mencabut izin ACT. Kami meminta ACT Jatim untuk menghentikan aktivitas sampai tidak ada permasalahan hukum oleh pemerintah," ujar Koordinator Lapangan FMP Jatim Agung Hendro, di lokasi, Jumat (15/7/2022). 

Tidak cuma di depan kantor ACT Jatim. Massa aksi kabarnya juga akan berorasi di depan Mapolda Jatim, guna menyuarakan aspirasi mereka. 

"Tapi nanti kami akan berdiskusi ke dengan pihak kepolisian Apakah dengan berita-berita yang sudah kita dapatkan apakah bisa digunakan membuka laporan," pungkasnya. 

Sejumlah peserta demonstrasi membawa spanduk yang bertuliskan kritik pedas terhadap ACT atas silang sengkarut permasalahan dugaan penyelewengan dana. 

Namun, sebelum massa aksi tiba, Kantor ACT Jatim sudah tutup. Pintu pagar utama kantor tiga lantai tersebut, tertutup rapat. Pada bagian sisi kanan pintu pagar terdapat tulisan dalam selembar kertas berukuran A4 "Kantor Tutup".

Menurut sejumlah warga kondisi kantor yang tertutup tanpa adanya aktivitas itu, terjadi sejak mencuatnya kasus dugaan penyelewengan dana ACT yang sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh Bareskrim Mabes Polri, sejak Juli 2022. 

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved