Berita Malang Hari Ini

Bawaslu RI Ajak Mahasiswa Magang Agar Terlibat Aktif di Proses Pemilu

Fisip Universitas Brawijaya mengadakan sarasehan kebangsaan, menghadirkan antara lain Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari dan Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.

suryamalang/sylvi
Kegiatan sarasehan kebangsaan di Fisip Universitas Brawijaya, Selasa (19/7/2022). 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Fisip Universitas Brawijaya mengadakan sarasehan kebangsaan, Selasa (19/7/2022) dengan menghadirkan antara lain Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari dan Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan MoU antara UB dengan Bawaslu RI untuk magang mahasiswa.

"Alhamdullilah ada MoU antara UB dan Bawaslu. Kami sejak 2017 ada pusat partisipatif program magang. Mahasiswa Fisip, Ilmu Hukum bisa ikut.

Sehingga tahu konsep real politik saat pemilihan umum," kata Rahmat saat memberi sambutan.

Dengan berpartisipatif, maka tak hanya beranggapan pemilu pada satu hari. Tapi bisa mengikuti prosesnya dalam penyelenggaraan pemilu yang diadakan oleh KPU dan Bawaslu.

  Sehingga bisa dijadikan lab hidup mahasiswa  tentang realita politik di Indonesia. Selain itu mahasiswa juga mendapat pengalaman lain di luar kelas. 

Dekan Fisip UB Dr Sholih Mu’adi mengatakan beberapa waktu lalu digoncangkan penangkapan mahasiswa Hubungan Internasional karena radikalisme.

"Kami concern pada pengembangan kebangsaan. Paham intoleran tak boleh berkembang. Karena itu tepat mengadakan dialog kebangsaan," kata dia.

Dengan kerjasama KPU-Bawaslu, maka Fisip akan menggaungkan demokrasi yang asyik. Harapannya, dialog kebangsaan ini menjadi momen penting dan jadi entry point untuk pengembangan akademik ke depan.

Sedang Rektor UB Prof Widodo mengatakan, perguruan tinggi dituntut sebagai agen ekonomi.

"Khusus UB, kita ingin juga juga jadi agen perubahan peradaban sesuai filosofi Brawijaya," katanya.

Paling tidak ada empat pilar penting. Pertama, pilar kesatuan. Hampir semua suku ada di UB dari Sabang sampai Merauke.

Kedua, pilar globalisasi. Sehingga ada mahasiswa internasional juga di UB karena ada beasiswa untuk transfer budaya Indonesia ke luar negeri.

Ketiga, menegakkan toleransi. Dan pilar keempat adalah kesetaraan dan kesetiakawanan.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved