Berita Surabaya Hari Ini

Kasus Covid-19 di Surabaya Capai 200 Kasus per Hari

Jumlah kasus Covid-19 di Surabaya relatif naik sepekan terkahir, capai 200 kasus perhari. Namun tak semua pasien yang terdaftar tinggal di Surabaya

suryamalang.com/erwin
ILUSTRASI - vaksinasi Covid-19 di Bandara Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang. Jumlah kasus Covid-19 di Surabaya relatif naik sepekan terkahir, capai 200 kasus perhari. Namun tak semua pasien yang terdaftar tinggal di Surabaya 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Jumlah kasus Covid-19 di Surabaya relatif naik sepekan terkahir. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut beberapa di antaranya tinggal di luar kota.

Mas Eri mengakui, jumlah Covid-19 di Surabaya capai 200 kasus perhari. Hingga Kamis (21/7/2022), misalnya, jumlah Covid-19 mencapai 236 kasus.

Namun, Mas Eri menyebut tak semua pasien yang terdaftar tersebut tinggal di Surabaya. Ada sejumlah warga ber-KTP Surabaya yang ternyata tidak tinggal di Surabaya.

"Angka tersebut didapatkan dari seluruh lab di Indonesia. Jadi, kalau dia KTP Surabaya akan langsung ditarik masuk dalam data Surabaya," katanya.

Namun, ketika pihaknya melakukan pelacakan (tracing) ke alamat warga tersebut, ternyata yang bersangkutan tak berada di Surabaya.

"Dinas Kesehatan dan tiga pilar sudah turun. Kami cek ke lokasi," katanya.

"Ternyata, jumlah yang tidak di Surabaya ini cukup besar. Sekitar 145 kasus dan ini akan kami keluarkan dari data (Covid-19 di Surabaya). Sekali lagi, tidak tinggal di Surabaya. Memang, banyak yang sudah pindah dari luar Surabaya, tapi masih di KTP Surabaya," katanya.

Sekalipun, pihaknya tetap melakukan sejumlah upaya antisipasi untuk menekan kasus. Termasuk, dengan percepatan Vaksinasi ketiga (booster).

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Surabaya, capaian vaksinasi booster Kota Surabaya hingga pertengahan Juli telah mencapai 44,65 persen. Angka tersebut sekitar 87,93 persen dari jumlah target siap booster (tiga bulan setelah menerima dosis kedua).

"Layanan vaksinasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh masing-masing Puskesmas dan didukung oleh seluruh kelurahan/kecamatan setempat," kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina dikonfirmasi terpisah

Tak hanya melalui puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Surabaya terus menggelar event vaksinasi massal di fasilitas pelayanan publik, mall, hingga kolaborasi Giat Baksos.

"Kami juga secara mobile ke RT-RW maupun door to door bersama seluruh unsur di tingkat kelurahan maupun kecamatan di wilayah masing-masing," katanya.

Selain vaksinasi, Pemkot juga menyiagakan tempat isolasi bagi pasien Covid-19. Baik melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pemantauan oleh tim Satgas Kampung Wani Jogo maupun isolasi terpusat di Puskesmas wilayah sesuai domisili atau tempat isolasi.

"Untuk sementara belum ada tempat isolasi terpusat khusus. Kasus positif sebagian besar tanpa gejala dan bergejala ringan dengan melakukan isoman dan dipantau oleh Pusk setempat dan Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo," katanya. (bob) 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved