Berita Malang Hari Ini

Monumen Pahlawan TRIP Jadi Sasaran Vandalisme, Ini Sejarah Jalan Pahlawan TRIP Malang

Monumen Patung Pahlawan TRIP di Jalan Pahlawan TRIP, Kecamatan Klojen Kota Malang menjadi sasaran vandalisme.

suryamalang.com/kukuh
Jalan Pahlawan TRIP Kota Malang yang menjadi saksi bisu keberanian 35 tentara TRIP gugur mempertahankan kemerdekaan. 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Monumen Patung Pahlawan TRIP di Jalan Pahlawan TRIP, Kecamatan Klojen Kota Malang menjadi sasaran vandalisme.

Bagian monumen tampak kotor karena dicorat-coret cat semprot berwarna biru di tiga sisi monumen.

Kejadian vandalisme itu terjadi pada Kamis (21/7/2022) malam.

Pada Sabtu (23/7/2022) lalu, Paguyuban MAS TRIP Jawa Timur Pengurus Daerah (PD) Malang Raya membersihkan monumen tersebut..

Pecinta sejarah dari Komunitas Malang Old Photo, Irawan Paulus mengatakan, masih banyak warga Malang  yang belum paham dan mengerti sejarah jalan tersebut hingga dinamakan  Jalan Pahlawan TRIP

Dia menuturkan, nama tersebut diberikan untuk mengenang keberanian anak-anak muda yang tergabung dalam Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).

"Untuk membahas sejarah tersebut, tentunya itu berkaitan dengan Agresi Militer Belanda Tahun 1947. Saat itu, tentara Belanda berusaha menguasai kembali wilayah Indonesia termasuk di dalamnya adalah Jawa Timur," ujarnya kepada suryamalang.com, Selasa (26/7/2022).

Tentara Belanda yang telah masuk ke Surabaya dan sebelumnya terlibat pertempuran 10 November 1945, mulai merangsek masuk ke beberapa wilayah Jatim.

"Masyarakat di Malang ini tahu, cepat atau lambat tentara Belanda akan masuk ke wilayah Malang. Sehingga di Malang, masyarakat sudah bersiap-siap, termasuk para pelajar yang sukarela bergabung untuk mempertahankan kemerdekaan," jelasnya.

Sebagai informasi, Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) adalah kesatuan yang beranggotakan pelajar setingkat SMP-SMA dan tergabung dalam Brigade XVII TNI.

TRIP tersebut terbagi menjadi beberapa Batalion. Untuk di Malang, TRIP berada di Batalion 5000.

"Untuk menghalau agar Belanda tidak masuk ke Malang, dilakukan pengamanan yang terbagi menjadi tiga sektor, yaitu di timur, tengah, dan barat. Untuk di sektor barat atau di Jalan Salak, dipercayakan kepada pasukan TRIP," bebernya.

Pada mulanya, tentara Belanda akan masuk Malang melalui jalur barat atau dari arah Batu. Sebab saat itu jembatan di kawasan Porong telah dihancurkan.

Namun tanpa diduga, tentara Belanda yang menuju ke Malang adalah pasukan marinir.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved