Berita Kediri Hari Ini

Ditinggal Ibunya Nonton TV, Balita Ditemukan Meninggal Dunia Tenggelam di Lubang Pembuangan Limbah

Balita berinisial PTA (4) asal Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ditemukan meninggal dunia di lubang pembuangan limbah rumah tangga.

surya.co.id/Luthfi Husnika
Balita berinisial PTA (4) asal Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ditemukan meninggal dunia di lubang pembuangan limbah rumah tangga belakang rumahnya. 

SURYAMALANG.COM|KEDIRI - Balita berinisial PTA (4) asal Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ditemukan meninggal dunia di lubang pembuangan limbah rumah tangga belakang rumah.

Meninggalnya PTA diduga akibat tenggelam di dalam lubang pembuangan limbah.

Kapolsek Wates AKP Bambang Kurniawan mengatakan, peristiwa bermula ketika sang ibu berinisial SU menidurkan korban di kamar belakang sekitar pukul 13.00 WIB.

Setelah korban tertidur, pukul 15.00 WIB SU meninggalkan korban dan melihat televisi di ruang tengah bersama anaknya RR (kakak korban).

Namun, sekitar pukul 15.30 WIB sang ibu kembali ke kamar untuk menengok sang buah hati.

Setibanya di kamar, ia tak mendapati PTA di kamar tersebut. 

"Kejadiannya Selasa (26/7) kemarin. Ibu korban ini panik mencari anaknya yang sebelumnya tidur di kamar, ketika dilihat kok tidak ada," kata AKP Bambang, Rabu (27/7/2022). 

Lantaran panik, ibu korban memberitahu suaminya yakni SY. Ia memberitahu bahwa korban tidak ada di kamar. Kemudian SY langsung mencari korban. 

SY tak sengaja melihat tempat air susu korban (dot) yang mengapung di pembuangan air limbah belakang rumahnya.  

SY pun langsung mencari korban di dalam lubang pembuangan.

"Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia," terang Kapolsek Wates.

Menerima laporan adanya balita meninggal dunia di lubang limbah belakang rumah, petugas Polsek Wates langsung menunju ke tempat kejadian perkara.

"Hasil pemeriksaan dari petugas dan Puskesmas Wates menyimpulkan korban murni meninggal dunia karena tenggelam dan tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban," jelasnya.

"Ada bekas luka di punggung belakang korban ditemukan luka lecet. Luka itu diduga disebabkan karena terpeleset mengenai benturan," imbuhnya.

AKP Bambang menyampaikan, karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan membuat surat peryataan bersama untuk tidak dilakukan otopsi.

"Jenazah juga langsung dimakamkan oleh keluarganya di desa setempat," pungkasnya.

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved