Berita Surabaya Hari Ini

Komnas PA Sebut Jatim Duduki Peringkat Kedua Pelecehan Seksual Terhadap Anak Terbanyak Nasional

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengungkap tingginya jumlah pelecehan seksual di Jawa Timur.

surya.co.id/bob
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait saat berbicara dalam forum Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Surabaya, Rabu (27/7/2022) melalui tampilan video. 

SURYA.co.id|SURABAYA - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengungkap tingginya jumlah pelecehan seksual di Jawa Timur.

Arist mencontohkan kasus dugaan kekerasan seksual sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu yang sudah masuk agenda sidang pembacaan tuntutan

Hal ini disampaikan Arist saat berbicara dalam forum Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Surabaya, Rabu (27/7/2022).

Berbicara melalui tampilan video, Ariest menjelaskan tugas besar pemerintah bersama stakeholder terkait untuk memerangi pelecehan seksual. 

"Komnas PA prihatin. Jatim menempati posisi kedua dari 34 provinsi yang menyimpan banyak pelaku terhadap anak dan banyak anak yang membutuhkan pertolongan banyak pihak," kata Arist dalam tampilan video. 

"Saya sampaikan kondisi anak-anak di Jatim saat ini. Ada banyak anak-anak yang menjadi budak seks, eksploitasi komersialisasi seksual, bahkan banyak kasus pelanggaran hak anak yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak," ungkapnya. 

Sekalipun, Arist tak spesifik mengungkap angka data tersebut. Menurutnya, ini perlu kerjasama untuk menghilangkan kasus tersebut. 

"Saya ingin sampaikan terbuka, mulai dari ASN, alim ulama, pendidik, penegak hukum, hingga teman-teman media untuk mengajak kita bahu membahu memutus rantai kekerasan terhadap anak yang saat ini sudah dalam situasi darurat," katanya. 

Ia lantas mencotohkan dugaan kekerasan seksual sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu. Yang mana, sidang pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang di hari yang sama, Rabu (27/7/2022).

"Ada seorang pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia, yang oleh persidangan dan Jaksa, menempatkan pemilik SPI didakwa hukuman kurungan di atas 5 tahun hingga seumur hidup," kata Arist. 

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved