Berita Malang Hari Ini

Dinkes Kota Malang Ajak Masyarakat Hidup Sehat agar Terhindar dari Cacar Monyet

Dinas Kesehatan Kota Malang mengajak masyarakat hidup sehat dan menerapkan protokol kesehatan guna terhindar dari penyakit cacar monyet atau monkeypox

Hindustanewshub
Gejala cacar monyet - Virus monkeypox atau cacar monyet. Dinas Kesehatan Kota Malang mengajak masyarakat hidup sehat dan menerapkan protokol kesehatan guna terhindar dari penyakit cacar monyet atau monkeypox 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Dinas Kesehatan Kota Malang mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan tetap menerapkan protokol kesehatan guna terhindar dari penyakit cacar monyet atau monkeypox.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyampaikan, bahwa gejala umum masyarakat yang terkena cacar monyet adalah adanya ruam di kulit.

Kemudian badan terasa pegal-pegal, hingga membuat badan terasa lesu dan diiringi dengan demam.

Dia menyampaikan, bahwa penyakit cacar monyet ini bisa menyerang siapa saja.

"Dari Kementerian Kesehatan mungkin sudah menyampaikan ke masyarakat. Karena ini masih pandemi, perilaku hidup sehat dan prokes harus menjadi hal utama untuk melindungi kita dari penyakit," ucap dr Husnul kepada suryamalang.com.

Meski penyakit ini belum diidentifikasi di Kota Malang, dr Husnul tetap meminta masyarakat untuk waspada.

Pihaknya juga kini aktif untuk melakukan sosialisasi kepada fasilitas pelayanan kesehatan pertama (fasyankes) seperti puskesmas, klinik dan lain sebagainya terkait cacar air ini.

Dinkes Kota Malang juga telah menyiapkan ruang khusus, manakala ada temua kasus cacar monyet di Kota Malang.

"Kami telah menyiapkan ruangan pada saat dilakukan screening di fasyankes. Kemudian di tingkat rujukan, di kami ada RSUD Kota Malang dan ada RSSA Malang yang sudah siap juga," terangnya.

Sementara itu, RSSA Malang kini juga melakukan sejumlah persiapan, seandainya ada seseorang yang dirujuk menderita cacar monyet.

Akan tetapi, hingga akhir Juli 2022 ini, belum ada satu pun pasien cacar monyet yang dirawat di RSSA.

"Sejauh ini belum ada. Tapi kami tetap melakukan persiapan," ucap Kepala RSSA Malang, dr Kohar Hari Santoso.

Dia menyampaikan, biasanya untuk penyakit cacar monyet ini, penanganannya hanya cukup di tingkat Puskemas saja.

Sedangkan untuk yang sampai mendapatkan rujukan, biasanya merupakan pasien yang telah memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

"Sebenarnya cacar monyet ini sudah lama ada di belahan dunia lain. Cuma di kita (Indonesia) masih baru. Nah, agar terhindar dari penularan, sebisanya menerapkan perilaku gaya hidup sehat dan tetap disiplin prokes. Itu kuncinya," tandasnya.

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved