Berita Malang Hari Ini

Kenang Pejuang Merebut Kemerdekaan, Siswa SMP 2 YPK Malang Lakukan Jalan Jalan Juang

Menjelang peringatan HUT RI ke-77, siswa SMP 2 YPK Malang mengadakan kegiatan 3 J atau Jalan Jalan Juang, Selasa (8/7/2022).

suryamalang/sylvi
Menjelang peringatan HUT RI ke 77, siswa SMP 2 YPK Malang mengadakan kegiatan 3 J atau Jalan Jalan Juang, Selasa (8/7/2022). Tujuannya agar jiwa nasionalisme tumbuh pada diri siswa agar mengingat jasa pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Menjelang peringatan HUT RI ke-77, siswa SMP 2 YPK Malang mengadakan kegiatan 3 J atau Jalan Jalan Juang, Selasa (8/7/2022).

Tujuannya agar jiwa nasionalisme tumbuh pada diri siswa agar mengingat jasa pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Sasaran 3 J adalah monumen juang 45 di Jalan Kertanegara atau berada di di depan Stasiun Kota Baru Malang. Selanjutnya ke monumen Tugu yang terletak di depan Balai Kota Malang dan lokasi ke tiga adalah Monumen TGP (Tentara Genie Pelajar) yang terletak di sebelah timur stadion Gajayana atau di depan SMK Bina Cendika Jl Semeru 42 Kota Malang.

Perjalanan 3 J dimulai dari sekolah mereka di Jalan Brawijaya 1 Kota Malang.

"Siswa dibagi dalam 8  kelompok. Dan setiap kelompok wajib memilih untuk membuat vlog, infografis atau laporan," jelas Deasy Andayanti SSi, Kepala Sekolah SMP 2 YPK Jatim Malang pada wartawan.

Tujuan mengadakan kegiatan ini adalah untuk menguatkan dan memantapkan semangat kebangsaan, nasionalisme, nilai-nilai bela negara dan lainnya.

“Ini juga mengingatkan generasi muda akan sejarah perjuangan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilakukan oleh para pejuang sangat perlu diketahui oleh generasi muda,” ujarnya.

Sedang Yanuar Rudyanto SPd, Wakil Kepala Sekolah SMP 2 YPK Jatim Malang bertindak menjadi narasumber 3 J.

 "Ini agar siswa paham sejarah bangsa," katanya.

Dalam penjelasannya di Monumen Juang 45, Rudy menjelaskan lokasi itu dikenal dengan sebutan patung buto, karena terdapat patung buto atau raksasa. 

Patung Perjuangan Arek-Arek Malang ini dibangun pada 20 Mei 1975. Tujuannya menjadi pengingat perjuangan bangsa melawan penjajah di Malang.

Di Monumen Juang Malang ada buto menggambarkan buto yang roboh sebagai  penjajah yang besar dan tak terkalahkan.

Sedang patung manusia yang lebih kecil menggambarkan perlawanan masyarakat melawan penjajah. Ada yang mengenakan seragam tentara, ada juga masyarakat sipil yang turut membantu perlawanan.

Adanya bambu runcing sebagai senjata khas yang mematikan.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved