Berita Malang Hari Ini

BEM Polinema Sampaikan Kajian ke Wamen Ketenagakerjaan RI saat Seminar Kerja Nasional

BEM Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan Seminar Kerja Nasional (Sarjana) yang menghadirkan Wamen Ketenagakerjaan RI

suryamalang/sylvi
Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan Seminar Kerja Nasional (Sarjana) yang menghadirkan Wamen Ketenagakerjaan RI Ir Afrianyah Noor MSi sebagai keynote speaker, Rabu (3/8/2022). Di acara itu, BEM menyerahkan kajian ketenakerjaan pada wamen. 

SURYAMALANG.COM|MALANG- BEM Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan Seminar Kerja Nasional (Sarjana) yang menghadirkan Wamen Ketenagakerjaan RI Ir Afrianyah Noor MSi sebagai keynote speaker, Rabu (3/8/2022). Di acara itu, BEM menyerahkan kajian ketenakerjaan pada wamen.

"Kami menyerahkan kajian problematika ketenagakerjaan seperti soal buruh, pekerja dan UU Cipta Kerja," kata Ryan Yudhistira Fitrah Candra, Ketua BEM Polinema pada wartawan. Dimana dalam UU Cipta Kerja ada permasalahnnya. "Ini sebagai oleh-oleh buat wamen," katanya. Ia menjanjikan hasil kajian akan dirilis di media sosial. 

Sedang Direktur Polinema Supriantna Adhisuwignjo ST MT menyatakan kegiatan seminar sangat baik buat semuanya. Tema seminarnya adalah "Pentingnya Edukasi Untuk Meningkatkan Potensi Keahlian Guna

Bersaing Dalam Menggapai Karier Yang Gemilang dinEra Revolusi Industri 4.0 Pada Era New Normal Pasca Pandemi"."Agar pada saat lulus dari Polinema bisa memasuki dunia kerja yang penuh persaingan. Jika mulus mendapat kerja itu karena memiliki hard skill dan soft skill. "Ini bagus untuk membuka cakrawala mahasiswa," tambahnya. Dikatakan, Polinema merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi yang memiliki komitmen untuk membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang memiliki keunggulan kompetitif. 

Sehingga Polinema memiliki komitmen dan tanggung jawab dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas melalui program pendidikan dan proses pembelajaran yang tidak saja bersifat konseptual teoritis, namun juga secara praktik atau terapan. Menurut Wamen Ketenagakerjaan,  pendidikan vokasi harus mengikuti perkembangan yang ada yang kini ke digitalisasi dan otomatisasi.

"Tapi era digital juga tak mudah terutama alat-alatnya. Tapi saya pikir pemerintah konsen pada perkembangan ini," kata dia. Wamen juga meninjau beberapa lab di Polinema. Karena itu ia yakin jika hasil didikan Polinema  bisa memiliki daya saing di dunia kerja. 

"Apalagi di Polinema, 55 persen praktik dan sisanya teori," jawabnya. Sehingga kemampuan di kampus diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dunia industri. Ia menyatakan bahwa pemerintah memiliki kerjasama G to G dengan Jepang, Korea Selatan dan China, terutama bagi tenaga yang memiliki kemampuan/kompetensi. 

Dikatakan, tantangan dunia kerja sangat komplek. Apalagi adanya penggunaan digital dan otomatisasi. Maka ada perubahan di segala aspek. Sebab ada kecerdasan buatan, IoT sehingga ada distrubsi pekerjaan. Namun ia melihat pada generasi milenial dan Z, memilih pekerjaan dengan pola kerja fleksibel. Ada yang paruh kerja atau periode tertentu. 

Dalam kondisi sekarang, kemampuan yang ditentukan saat bekerja adalah memiliki pemikiran kritis analistis, kreatifitas dan inovasi, kemapuan memyelesaikan masalah dll. Di era ini, kuncinya pada SDM untuk meningkatkan kompetensinya.

Saat ini sebagian besar angkatan kerja sebanyak 56 persen berpendidikan SMP sederajat dengan skill terbatas. Untuk menyiapkan kompentensi SDM di era 4.0, pemerintah menyiapkan grand design untuk melakukan revitalisai pelatihan vokasi untuk mendukung SDM. 

Seperti lembaga sertifikasi, pelatihan vokasi lewat lembaga vokasi dsb.  Kemenaker telah menyusun sembilan lompatan untuk memperbaiki ekosistem. Seperti rehabilitasi balai latihan kerja, link and match ketenagajerjaan hingga reformasi birokrasi yang disosialisasikan juga pada mahasiswa.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved