Berita Batu Hari Ini

Kucuran Penyertaan Modal Perumdam Among Tirto Hanya 11 Persen

Perumdam Among Tirto masih menggunakan kucuran penyertaan modal Rp 5,3 miliar dari total Rp 48 miliar.

suryamalang.com/beni
Kantor Perumdam Among Tirto Kota Batu. Hingga menjelang September 2022, perusahaan daerah ini hanya menggunakan 11 persen penyertaan modal. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Perumdam Among Tirto masih menggunakan kucuran penyertaan modal Rp 5,3 miliar dari total Rp 48 miliar.

Berdasarkan Perda No 9 Tahun 2018 tentang Penyertaan Modal Pemerintah, batas akhir penyertaan modal berakhir September 2022.

Perumdam Among Tirto hanya mendapatkan 11 persen. Ada sisa Rp 42,7 miliar yang belum diterima Perumdam Among Tirto.

Direktur Among Tirto, Edy Sunaedi menerangkan, anggaran Rp 48 miliar tidak berada di Perumdam Among Tirto. Anggaran tersebut berada di eksekutif, sehingga yang berhak mencairkan adalah Pemkot Batu.

Perumdam Among Titro menyodorkan rencana bisnis (Renbis) lima tahunan ke eksekutif untuk mendapatkan pendanaan. Dari sejumlah Renbis yang telah disodorkan, dikucurkan dana sebanyak Rp 5,3 miliar.

Sokek sapaan akrab Edy mengatakan akan memaksimalkan anggaran yang saat ini telah ada. Perumdam Among Tirto tidak akan memaksakan diri untuk memaksimalkan anggaran yang belum dikucurkan.

Pasalnya, jangka kedaluwarsa yang berakhir September 2022 dinggap tidak cukup waktu.

"Saya tidak akan memaksakan diri. Jadi, sisa anggarannya yang akan menjadi SILPA," ujarnya. 

Pada 2022, Perumdam Among Tirto menyerap sebanyak Rp 3,3 miliar. Penerimaan pada 2021 sekitar Rp 1,8 miliar.

Penyertaan modal 2021 digunakan untuk pipanisasi dan sambungan bagi pelanggan baru. Para pelanggan baru itu ada di Desa Pendem, Kelurahan Temas, Desa Oro-oro Ombo, dan Kelurahan Ngaglik.

"Sedangkan untuk penyerapan penyertaan modal Rp 3,3 miliar masih berjalan tahun ini. Dengan rencana penambahan jaringan di wilayah Desa Beji dan Pendem," bebernya. 

Dengan berakhirnya Perda No 9 Tahun 2018 tentang Penyertaan Modal Pemerintah , Perumdam Among Tirto akan menyusun pembaruan atau perpanjangan Perda Penyertaan Modal Pemerintah tahun 2022-2026. 

Diuraikan Sokek, pihaknya akan mangajukan kebutuhan selama lima tahun kedepan sekitar Rp 8 sampai Rp 10 miliar. Anggaran penyertaan modal tersebut nantinya akan digunakan untuk peningkatan jaringan.

"Pengajuan tersebut sudah sesuai Renbis. Memang pengajuan tersebut tidak sebanyak sebelumnya, karena kami ingin Among Tirto mandiri," ungkapnya.

Penyertaan modal yang didapat dari APBN telah diterima Perumdam Among Tirto sebanyak Rp 5,4 miliar. Penyertaan modal tersebut digunakan untuk penambahan jaringan.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved