Berita Tuban Hari Ini

Mengenal Tradisi Tuku Banyu Nggawan, Bayi Usia 7 Bulan Dianjurkan Beli Air Sungai Bengawan

Setiap bayi laki-laki maupun perempuan dianjurkan untuk membeli air sungai bengawan atau yang disebut "tuku banyu nggawan" istilah dalam bahasa jawa. 

suryamalang.com/nonok
Prosesi tradisi tuku banyu nggawan bagi anak-anak di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Selasa (9/8/2022) 

SURYAMALANG.COM|TUBAN - Setiap daerah memiliki adat istiadat  atau kebudayaan di masing-masing  wilayahnya. 

Misalnya tradisi yang ada di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Daerah yang berdampingan dengan aliran Sungai Bengawan Solo ini punya tradisi yang unik. 

Setiap bayi laki-laki maupun perempuan dianjurkan untuk membeli air sungai bengawan atau yang disebut "tuku banyu nggawan" istilah dalam bahasa jawa. 

Tujuh bayi didampingi orang tua mengikuti ritual mandi di sungai, yang dipimpin oleh tokoh setempat, Selasa (9/8/2022), sore.

Mereka membeli air seharga Rp 500-1000 dalam bentuk koin untuk mandi, bahkan bisa lebih. 

"Ini sudah tradisi turun-temurun, sudah sejak dulu. Untuk uangnya ya dilempar di sungai," kata Kades Kebomlati, Munijan kepada wartawan. 

Ia menjelaskan, tradisi tuku banyu nggawan ini tujuannya adalah agar diberikan keselamatan oleh Allah SWT terhadap marabahaya yang terjadi di air. 

Hal itu mengingat kondisi di wilayah yang dipimpin, berdampingan langsung dengan sungai terpanjang di pulau jawa.

Sehingga para anak-anak kecil mulai usia 7 bulan atau yang sudah dewasa tapi belum pernah melakukan tradisi tuku banyu nggawan, maka bisa melakukan sewaktu-waktu. 

"Ini tradisi turun-temurun yang terus dijaga hingga kini, harapannya kita diberikan keselamatan oleh sang pencipta. Tradisi ini bisa dilakukan sewaktu-waktu," ungkap Kades. 

Sementara itu, Ayu Rahmawati, seorang ibu yang memandikan putrinya di sungai bengawan mengatakan, ini memang menjadi tradisi bagi warga sekitar. 

Ia mengaku baru pertama tuku banyu nggawan bagi anaknya Gina Aulia Sarifa (2), karena baru memiliki satu anak. 

"Ini baru pertama, sudah menjadi tradisi warga sini sebagai ungkapan wujud syukur," ucapnya. 

Sekadar diketahui, dalam prosesi tersebut juga dilakukan arak-arakan layaknya pawai karnaval tingkat desa yang dipelopori ibu-ibu. 

Selain itu juga ada penyambutan tim susur sungai Bengawan solo.(nok) 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved