Berita Batu Hari Ini

Pemkot Batu Berharap Jalan Penghubung Malang dan Batu Dikelola Pemprov Jatim

Pemkot Batu berharap, banyak jalan raya penghubung Kabupaten Malang dan Kota Batu berstatus jalan milik provinsi.

suryamalang.com/beni
Para pagawai Dinas PUPR meninjau langsung kondisi jalan raya penghubung Kabupaten Malang dan Kota Batu di kawasan Kecamatan Bumiaji. Jalur ini diharapkan beralih fungsi menjadi milik Pemprov Jatim agar pengelolaannya lebih maksimal. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Pemerintah Kota Batu berharap, banyak jalan raya penghubung Kabupaten Malang dan Kota Batu yang berada di antara Kecamatan Karangploso dan Kecamatan Bumiaji bisa berstatus jalan milik provinsi.

Usulan untuk mengubah status menjadi milik provinsi sejatinya telah disampaikan pada 2019. Hingga saat ini, belum ada realisasi pengalihan status kepemilikannya.

Panjang jalan tersebut sekitar 4,2 km dari perbatasan Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang hingga simpang tiga Bendo atau Jalan Bukit Berbunga, Kecamatan Bumiaji.

Pemkot Batu melalui Dinas PUPR melaporkan bahwa biaya perawatan jalur tersebut cukup tinggi. Kepala Dinas PUPR, Alfi Nurhidayat mengungkapkan, biaya pemeliharaan per tahunnya bisa mencapai Rp 3 miliar.

Di sisi lain, jalur tersebut berbatasan dengan milik Pemkab Malang.

"Pengalihan status masih belum juga terealisasi. Jika ada pengalihan status, kami memprediksi akan ada penghematan anggaran hingga Rp 3 miliar per tahun," ungkap Alfi, Selasa (9/8/2022). 

Jika kepemilikan dan pengelolaan berada di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kemungkinan besar untuk memperlebar jalur jalan bisa dilakukan.

Pasalnya, ada ketentuan-ketentuan jalur yang dikelola oleh provinsi. Pemeliharaan jalan juga dapat terintegrasi antar masing-masing wilayah di bawah satu naungan pemerintahan.

"Semoga pengalihan status nanti juga bisa mengurai kemacetan, utamanya saat akhir pekan," harap Alfi.

Saat ini, Dinas PUPR Kota Batu tengah mengerjakan proyek jalan alternatif dari Kelurahan Sisir ke Desa Pandanrejo. Jalur ini menjadi perhatian serius karena dapat mengalihkan arus yang masuk dari Jl Ir Sukarno.

Pembangunan jalan tembus dari Kelurahan Sisir ke Desa Pandanrejo diwacanakan selesai tahun ini. Fokus Dinas PUPR pun banyak dicurahkan ke proyek ini. Pengerjaan ditargetkan rampung pada akhir November atau awal Desember 2022

Kepala Bidang Bina Marga, Eko Setiawan menyatakan pembangunan jalan Sisir - Pandanrejo saat ini telah mencapai 470 meter. Pihaknya akan melanjutkan pembangunan sepanjang 590 meter lagi dengan anggaran Rp 4,7 miliar.

"Di kawasan ini ada dua paket pekerjaan yang masuk program prioritas strategis daerah. Dua paket tersebut Sisir - Pandanrejo dan Sisir - Temas. Jalan Sisir - Pandanrejo, anggaran Rp 4.7 m, kami kerjakan di tahun ini.

Progresnya sekarang sudah ada di Badan Layanan Pengadaan, pengerjaan bisa awal Agustus 2022," ujarnya.

Jalan Sisir - Pandanrejo memiliki lebar 7 meter hingga STA 82. Selepas itu, ada penyempitan menjadi 4 meter hingga ke STA 590.

Sedangkan jalan Sisir - Temas memakan anggaran sebanyak Rp 2.6 M. Panjang jalan yang akan dikerjakan yakni 435 meter.

Rencananya, jalan tembusan ke Kelurahan Temas akan berakhir di dekat Kantor Kelurahan Temas. Lebar jalan 5 meter.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved