Berita Malang Hari Ini

Rehab Alun-Alun Tugu di Malang, Eksekutif dan Legislatif Miliki Pandangan Berbeda

Eksekutif dan legislatif di lingkungan Pemerintah Kota Malang memiliki pandangan berbeda soal revitalisasi Alun-Alun Tugu atau Alun-Alun Bunder.

suryamalang.com/rifky
Alun-alun Kota Malang. Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, Wanedi menilai bahwa rencana perbaikan Alun-Alun Tugu Kota Malang bukanlah sebuah kebutuhan yang mendesak. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Eksekutif dan legislatif di lingkungan Pemerintah Kota Malang memiliki pandangan berbeda soal revitalisasi Alun-Alun Tugu atau Alun-Alun Bunder.

Rencana Pemerintah revitalisasi Alun-Alun Tugu yang telah dibahas pada akhir 2021 silam, kini kembali dibahas dalam rapat paripurna DPRD Kota Malang.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, selaku legislatif menganggap, bahwa revitalisasi Alun-Alun Tugu ini bukanlah kebutuhan yang mendesak.

Sedangkan Wali Kota Malang, Sutiaji, selaku eksekutif, ingin mempercantik Alun-Alun Tugu agar terkoneksi dengan wisata Kayutangan Heritage.

"Alun alun dulu itu maunya kami tata smapai ke dalam. Setelah saya lihat DED, saya tidak akan mengubah wajah Alun-Alun. Dan itu clear," ucap Sutiaji.

Sesuai yang ada di dalam DED, ada beberapa perbedaan dalam rencana revitalisasi Alun-Alun Tugu ini.

Mulai dari pagar Alun-Alun Tugu yang dipugar, perbaikan pedestrian jalan, perbaikan bangku dan lampu taman, hingga area jogging track.

Dari sejumlah anggaran tersebut, kata Sutiaji hanya perbaikan pedestrian jalan yang bisa dilakukan pada tahun ini.

Sedangkan untuk perbaikan yang lain, bisa dilaksanakan pada 2023 mendatang.

"Saat ini hanya pedestrian yang tidak membutuhkan anggaran banyak. Di situ ada tempat jogging, orang kongkow. Agar di kayutangan tidak crowded," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika menyampaikan, lebih baik anggaran untuk perbaikan Alun-Alun Tugu dialihkan ke kegiatan yang lebih mendesak seperti perbaikan jalan.

Dia merasa, bahwa masih banyak jalan di Kota Malang yang membutuhkan perawatan dan pemeliharaan.

"Bagi kami ini tidak terlalu mendesak. Masih bisa dilakukan pada 2023 atau 2024 mendatang. Lebih baik untuk perbaikan jalan saja. Karena banyak jalan gak rata karena ditambal. Terutama di pusat kota sebagai wajah kota malang," ucapnya.

Sedikitnya, ada dua catatan yang telah diberikan dewan terkait dengan perbaikan Alun-Alun Tugu, khususnya untuk pedestrian jalannya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved