Berita arema Hari Ini
Wasit Laga Arema FC Vs Bali United dan Persebaya Vs Madura United Disorot, Akan Ada Protes Resmi
Kinerja wasit pemimpin pertandingan Arema FC dan di laga Persebaya Surabaya di Pekan ke 4 Liga 1 2022 menjadi sorotan.
Penulis: Khairul Amin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kinerja wasit pemimpin pertandingan Arema FC dan di laga Persebaya Surabaya di Pekan ke 4 Liga 1 2022 menjadi sorotan.
Kepemimpinan wasit di laga Bali United Vs Arema FC jadi sorotan dari pihak tuan rumah karena dinilai banyak keputusan yang merugikan Bali United.
Wasit yang memimpin pertandingan Persebaya Surabaya Vs Madura United juga jadi sorotan, yang jadi sorotan utama adalah adanya gol Persebaya yang dianulir.
Baca juga: Manajemen Arema FC Sepakat dengan Aremania yang Tak Ingin Ada Kick Off pukul 20.30 WIB
Seperti diketahui Arema FC meraih kemenangan saat menjalani laga tandang ke Bali.
Arema FC yang mendapat tekanan dari Aremania akhirnya mampu meraih kemenangan atas Bali United dengan skor 1-2.
Arema FC unggul terlebih dahulu berkat gol yang dicetak oleh Abel Camara pada menit ke-22 usai memanfaatkan umpan matang dari Renshi Yamaguchi.
Namun, keunggulan hanya bertahan selama enam menit sebelum Bali United menyamakan kedudukan.
Tepat pada menit ke-28, Privat Mbarga sukses membuat skuad Serdadu Tridatu mengejar ketinggalan berkat golnya.
Pemilik nomor punggung 37 itu berhasil menanduk bola umpan terukur hasil sepakan bebas dari Fadil untuk menaklukkan Adilson Maringa.
Skor sama kuat membuat kedua tim saling menggencarkan serangan, terutama ketika memasuki babak kedua.
Namun, Arema FC justru yang berhasil mencuri keunggulan dengan memanfaatkan kelengahan di barisan belakang Bali United.
Hal tersebut terjadi lantaran pada menit ke-84 skuad Singo Edan mendapatkan gol bunuh diri dari Ricky Fajrin.
Kesalahan antisipasi bola yang dilakukan oleh bek kiri Bali United ini membuat Arema FC mengunci keunggulan tipis 2-1.
Pihak tuan rumah Bali United menilai kepemimpinan wasit terasa berat sebelah.
Dilansir dari situs resmi Bali United, disebut ada beberapa kontroversi yang mewarnai jalannya laga seru antara Bali United dan Arema FC ini.
Hal tersebut tidak lepas dari sejumlah keputusan kontroversial yang dilakukan oleh wasit Faulur Rosy yang memimpin jalannya partai besar ini.
Selama jalannya pertandingan, beberapa kali ia melakukan kekeliruan dan ketidaktegasan yang merugikan, khususnya bagi Bali United.
Beberapa pelanggaran yang diterima oleh penggawa Bali United seolah luput dari pengamatan wasit.
Tentu saja itu merugikan skuad Serdadu Tridatu, karena hal tersebut dapat memberi peluang untuk menciptakan gol.
Pemain Bali United, Novri Setiawan mengatakan, bahwa salah satu faktor kesialan Bali United lagi - lagi soal kepemimpinan wasit sehingga harus menelan kekalahan.
"Kami rasa kami sudah menampilkan permainan yang bagus, sayang wasit kurang, banyak pelanggaran tidak dikasih, buat pelajaran, tapi inilah sepak bola ada kalah ada menang, pemain berusaha semaksimal mungkin," kata Novri
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra pun menyiratkan rasa kekecewaan atas kepemimpinan sang pengadil di atas lapangan.
Sebab, beberapa kali anak asuhnya menerima pelanggaran keras tetapi tidak digubris.
“Soal wasit, saya tidak ingin berkomentar. Saya pikir seluruh penonton bisa melihat sendiri kejadian di lapangan,” ujar Coach Teco seperti dilansir dari BaliUtd.com.
Meskipun begitu, pelatih asal Brasil itu tidak ingin sepenuhnya menyalahkan wasit sebagai penyebab kekalahan Bali United kemarin.
Coach Teco juga sadar ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan untuk mencegah Arema FC mencetak gol.
Salah satu bahan evaluasi Coach Teco dari penampilan Bali United semalam adalah marking atau penjagaan terhadap lawan yang dirasa masih longgar.
Akibatnya, skuad Singo Edan mampu mencetak dua gol ke gawang Nadeo Arga Winata.
“Dua gol mereka seharusnya dapat dicegah jika kami melakukan marking dengan lebih bagus. Salah satunya gol bunuh diri dari Ricky Fajrin, itu seharusnya kami marking lebih bagus lagi,” tutup Coach Teco.
Di kubu Arema FC, kemenangan atas Bali United justru jadi motivasi untuk hadapi laga lanjutan Liga 1 2022.
Usai pertandingan, Pelatih Arema FC Eduardo Almeida mengaku lega karena timnya dapat meraih poin sempurna di kandang lawan.
Meski menang, Almeida mengakui jika pertandingan tadi tak mudah.
“Kami tahu pertandingan akan berjalan sulit. Kedua tim sama sama bagus, tapi kami menyiapkan segalanya kesini untuk mendapatkan 3 poin. Oleh karena itu kami kerja keras dan memainkan laga dengan baik, akhirnya kami menang. Saya juga apresiasi kepada seluruh pemain saya yang setiap hari menunjukkan keprofesionalan mereka,” kata Almeida, Sabtu (13/8/2022).

Persebaya ajukan Protes Resmi
Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga mengeluhkan kepemimpinan wasit di laga Persebaya Vs Madura United, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT),Minggu (14/8/2022).
Manajemen Persebaya Surabaya bahkan akan melayangkan protes resmi terkait kinerja wasit itu.
Berdasarkan bukti video yang Persebaya posting di akun resmi mereka, manajemen Persebaya menilai bahwa wasit Mansyur asal DKI Jakarta melakukan dua kesalahan fatal yang sangat merugikan Persebaya.
Pertama soal momen sebelum gol pertama tim tamu, posisi bola berdasarkan pengamatan asisten wasit yang sudah mengangkat bendera tanda bola melewati garis utama atau sudah keluar.
Namun laga tetap dilanjutkan sehingga terjadi serangan balik ke kubu Persebaya dan tercipta gol untuk gawang Persebaya.
Kesalahan lainnya, seharusnya Persebaya mencetak gol ketiga melalui tandukan Silvio Junior di menit 53. Namun wasit Mansyur menyatakan disaat bersamaan Leo Lelis melakukan pelanggaran.
"Padahal tayangan video jelas Cleberson (bek Madura United) yang malah menarik kaus Leo Lelis. Wasit berada dalam posisi sangat dekat, sangat disayangkan salah mengambil keputusan," tulis Persebaya di akun resminya dikutip suryamalang.com, Senin (15/8/2022).
Menindak lanjuti dua kesalahan fatal itu, manajemen Persebaya akan mengirim surat kepada PT LIB, menuntut kinerja wasit.
"Itu tidak mengubah skor, namun tetap dilakukan demi perbaikan kinerja wasit," pungkasnya.
Baca juga: Gol Persebaya Dianulir Wasit , Aji Santoso : Gol Kedua Silvio Junior itu Seharusnya Bersih
Pelatih Persebaya, Aji Santoso sedikit menyayangkan keputusan wasit yang menganulir gol Silvio Junior menit 53 lewat heading dari corner kick.
Aji menilai gol itu murni, tidak ada pelanggaran sebelumnya.
"Sangat disayangkan, saya tadi melihat rekaman video, golnya si Silvio Junior itu seharusnya bersih," ungkap Aji Santoso usai laga.
"Terjadi duel Leo (Lelis) sama stopper mereka menurut saya sih masih dalam dalam batasan wajar, mereka body cash, tapi sangat disayangkan gol Junior bisa dianulir," tambahnya.
Aji Santoso cukup yakin, jika gol tersebut disahkan, situasi dalam pertandingan pasti berbeda.
Jika tidak dianulir, seharusnya Silvio Junior mencetak dua gol pada laga malam ini.
Gol ini menjadi yang perdana bagi Silvio Junior untuk Persebaya di Liga 1 2022 dari tiga laga yang dijalani sejauh ini.
"Seharusnya dia (Junior) memang cetak 2 gol hari ini. Gol-golnya kami juga memang sesuai latihan," pungkas Aji Santoso.
Liga 1 2022 baru memasuki pekan keempat. Namun setiap pekan selalu terjadi keputusan kontroversi di banyak pertandingan.
Hal ini memang ramai sering diperbincangkan di media sosial oleh pecinta sepak bola tanah air.
Persebaya Surabaya hanya bermain imbang 2-2 atas Madura United, Minggu (14/8/2022) malam ini di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), laga pekan keempat Liga 1 2022.
Sempat tertinggal lewat gol Lulinha menit 7, Persebaya bisa samakan kedudukan melalui gol Silvio Junior menit 28.
Berbalik unggul melalu gol Sho Yamamoto menit 49, namun disamakan lewat gol Cleberson menit 90+3.
*Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com