Berita Batu Hari Ini

Falsafah Gunungan di Gapura Senilai Rp 71 Juta di Jalan Kawi Kota Batu

Seniman dari Kota Batu, Slamet Hendro Kusuma mengajak berbagai pihak instropeksi diri atas polemik keberadaan gapura di Jalan Kawi Kota Batu.

suryamalang.com/beni
Seniman asal Kota Batu, Slamet Hendro Kusuma saat ditemui di rumahnya. Ia mengajak berbagai pihak instropeksi diri atas polemik keberadaan gapura di Jl Kawi Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Gapura di Jalan Kawi, Kota Batu, yang baru saja selesai dibangun menuai banyak prasangka dari publik karena nilai anggaran dan bentuknya dianggap tidak pantas.

Terlepas dari hal itu, gapura juga memiliki nilai seni. Terdapat ukiran yang menghiasi gapura, juga gunungan seperti pada pewayangan.

Hanya saja, keberadaan gunungan di bagian atas gapura itu terlihat tidak wajar karena terpisah dengan sisi yang lain. Bentuk ini tidak banyak ditemui di masyarakat lokal.

Seorang seniman dari Kota Batu, Slamet Hendro Kusuma membagikan perspektifnya tentang nilai seni gunungan terpisah di gapura ini. 

Menurutnya, seni adalah hal yang imajinatif. Oleh sebab itu, nilainya tidak bisa diukur.  

Ada perbedaan yang sangat mendasar pada seni perspektif barat dan timur. Di barat, seniman memiliki kebebasan yang lebih tinggi. Terkadang seni yang mereka buat menubruk pola tradisional.

"Bisa bertolak belakang dari nilai dasarnya, misal karya Monalisa tiba-tiba wajahnya diganti. Pada awalnya lukisan itu disakralkan, jadi seni yang sudah direduksi," ujarnya. 

Berbeda halnya jika di timur, kata Slamet, apa yang terjadi di barat tidak terjadi di timur. Pasalnya, di timur banyak menjelaskan tentang tiga dunia yakni dunia bawah sadar, rasio dan simbolistik atau simbol-simbol suci. 

"Ketika bicara bawah sadar, orang akan berpikir tentang dunia yang diagungkan. Memang dunia ini berbenturan dengan rasio, tapi itu diyakini," terangnya.

Sedangkan dunia rasio adalah hal apa yang bisa diraba dan disepakati sesuai konvensi. Ada nilai-nilai yang diyakini secara subyektif dan obyektif. Lalu nilai yang dibangun atas kesepakatan dan yang dibangun atas fakta. Menurut Slamet, empat nilai ini berbenturan di masyarakat saat ini.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved