Berita Surabaya Hari Ini

Saksi Korban Kasus Pencabulan Santriwati Tak Merespon Tantangan Sumpah Mubahalah Mas Bechi

pihak saksi korban kasus pencabulan santriwati sebuah Ponpes di Ploso Jombang, yang ditantang Mas Bechi untuk melakukan sumpah mubahalah tidak merespo

surya.co.id/Luhur Pambudi
PH Terdakwa I Gede Pasek Suardika saat layani tanya jawab awak media di Ruang Sidang Cakra, Kantor PN Surabaya, Kamis (18/8/2022). 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA- Tantangan Mas Bechi (41) atau MSAT terdakwa pencabulan santriwati sebuah Ponpes di Ploso Jombang, terhadap saksi korban untuk melakukan sumpah mubahalah atas pengakuan atas kasus kekerasan seksual tersebut, ternyata tak menuai respon yang berarti. 


Penasehat Hukum (PH) terdakwa, I Gede Pasek Suardika, mengatakan, pihak saksi korban pertama, yang ditantang oleh Mas Bechi untuk melakukan sumpah mubahalah, ternyata tidak merespon apa-apa. 


Padahal, keinginan dari pihak kliennya atau terdakwa itu, sudah disampaikan juga kepada pihak Majelis Hakim Persidangan, yang dipimpin Hakim Ketua Sutrisno. 


"Sumpah mubahalah sudah ditawarkan, tapi tampaknya saksi pertama tidak merespon. Kan bagaimana, sudah disampaikan ke majelis hakim, kalau memang mau, bagus juga dijalankan," katanya, saat di Ruang Sidang Cakra, Kantor PN Surabaya, Kamis (18/8/2022). 


Bagi I Gede Pasek Suardika, hukum karma memiliki tempat tersendiri di tengah kehidupan manusia di muka bumi, dan ia mempercayai hal tersebut. 


Bahkan, sembari meninjau perkara kliennya yang dianggapnya sarat akan rekayasa. Ia sempat berkelakar, bahwa hukum karma itu, perlahan-lahan sedang terjadi pada kasus yang menyeret petinggi aparat berwajib, yang belakangan viral ini. 


"Bagi saya, saya percaya hukum karma, gitu lho, sekarang aja kita lihat siapa yang merekayasa kasus ini (Mas Bechi), sebentar lagi kena kasus. Iya kan. Teman-teman lihat sendiri. '303' masih jalan. Sebentar lagi kena itu, yang merekayasa kasus ini," pungkasnya. 


Sekadar diketahui, sidang lanjutan pemeriksaan saksi terdakwa Mas Bechi (41) atau MSAT terdakwa pencabulan santriwati sebuah Ponpes di Ploso Jombang, digelar tertutup di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (18/8/2022). 


Pantauan TribunJatim.com di lokasi, Mas Bechi turun dan dibawa menyusuri lorong Kantor PN Surabaya, untuk menuju ke Ruang Tahanan sementara, sekitar pukul 08.53 WIB. 


Setelan penampilan Mas Bechi, sama seperti sidang pada Senin kemarin. Yakni mengenakan kemeja lengan panjang warna biru. Namun, kali ini ia tampak memakai kaca mata. 

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved