Berita Surabaya Hari Ini

Saksi Korban Kasus Pencabulan Santriwati Tak Merespon Tantangan Sumpah Mubahalah Mas Bechi

pihak saksi korban kasus pencabulan santriwati sebuah Ponpes di Ploso Jombang, yang ditantang Mas Bechi untuk melakukan sumpah mubahalah tidak merespo

surya.co.id/Luhur Pambudi
PH Terdakwa I Gede Pasek Suardika saat layani tanya jawab awak media di Ruang Sidang Cakra, Kantor PN Surabaya, Kamis (18/8/2022). 


Saat berjalan menuju ruang tersebut, Mas Bechi sempat ditanyai awak media mengenai pernyataan melalui kuasa hukum pada sidang sebelumnya, yang menantang para korban untuk melakukan sumpah mubahalah. 


Mas Bechi mengatakan, hal tersebut akan disampaikan oleh pihak penasehat hukumnya, seusai sidang. 


"Iya, nanti dijelaskan kuasa hukum saja," ujar Mas Bechi, dengan nada bicara lirih, seraya membelah kerumunan awak media yang berkerumun di depannya. 


Sidang akan dipimpin oleh Majelis Hakim, Hakim Sutrisno, Hakim Titik Budi Winarti, dan Hakim Khadwanto. Dan Panitera Pengganti, Achmad Fajarisman. 


Diberitakan sebelumnya, Mas Bechi (41) atau MSAT terdakwa pencabulan santriwati sebuah Ponpes di Ploso Jombang, membantah semua keterangan saksi korban, yang menuduhnya melakukan rudapaksa, dalam sidang lanjutan agenda pemeriksaan saksi, di Ruang Cakra Kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (15/8/2022). 


Melalui penasehat hukumnya, I Gede Pasek Suardika, Mas Bechi sampai menantang saksi korban yang menuduhnya melakukan tindakan kekerasan seksual tersebut, untuk melakukan sumpah mubahalah. 


Pernyataan yang didengar I Gede Pasek Suardika dari mulut kliennya itu, tak main-main. 


Tidak ingin sekadar isapan jempol belaka; yang sangat mungkin terjadi, karena pernyataan itu muncul dari mulut seorang terdakwa.


Mas Bechi, meminta penasehat hukumnya untuk mengajukan keinginannya itu; menantang sumpah mubahalah para saksi korban, ke majelis hakim persidangan.


"Terdakwa membantah adanya persetubuhan itu, beliau menawarkan pada majelis hakim berdua untuk melakukan sumpah mubahalah. Apakah dikabulkan apa tidak. Kita tunggu saja," katanya di depan Kantor PN Surabaya, Senin (15/8/2022). 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved