Berita Batu Hari Ini

Jumlah Para Pedagang Pasar Batu akan Diverifikasi

Pemerintah Kota Batu melalui Diskumdag akan memverifikasi jumlah pedagang yang terdampak revitalisasi Pasar Induk Among Tani

suryamalang.com/beni
Kondisi pembangunan Pasar Induk Among Tani yang saat ini tengah berlangsung. Pemerintah Kota Batu melalui Diskumdag akan memverifikasi jumlah pedagang yang terdampak revitalisasi Pasar Induk Among Tani 

SURYAMALANG.COM, BATU – Pemerintah Kota Batu melalui Diskumdag akan memverifikasi jumlah pedagang yang terdampak revitalisasi.

Verifikasi ini dilakukan untuk mendapatkan angka valid jumlah pedagang Pasar Induk Among Tani

Ketika bangunan pasar yang baru selesai dikerjakan, penempatan para pedagang bisa menjadi lebih baik.

Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono menjelaskan, pedagang yang memiliki hak akan diakomodir, termasuk juga konversi bagi pedagang yang sebelumnya menempati kios lebih dari satu.

Eko menuturkan, upaya ini dilakukan untuk meminimalisir potensi konflik.

Luas kios yang disediakan di pasar yang baru bervariasi. Ada yang berukuran 4 meter persegi, 6 meter persegi dan 12 meter persegi.

Sedangkan luas pasar baru 3,36 hektar dibangung di atas lahan seluas 4,5 hektar. Pasar baru dapat menampung 2.209 pedagang.

Sementara PKL yang berjumlah sekitar 1.097 ditempatkan di area belakang gedung. Ada lapak berukuran 3 meter persegi di bagian belakang.

"PKL pasar pagi di area luar belakang gedung. Mereka berdagang dari puku 4 hingga 8 pagi. Kami yakin, seluruh pedagang bisa tertampung dan mendapatkan tempat," ujar Eko.

Diskumdag juga menyiapkan skema tata kelola pasar ketika struktur gedung baru nanti rampung. Apalagi aktivitas perekonomian direncanakan akan berlangsung selama 24 jam tanpa henti.

Diskumdag akan segera melakukan kajian terkait penataan manajemen dan regulasi. Dengan adanya regulasi dan manajemen yang baik, operasionalnya diharapkan akan berjalan baik pula.

DPRD Batu juga tengah menyusun sebuah rencana peraturan yang menjadi panduan pengelolaan pasar. Rencana peraturan ini ditargetkan selesai akhir 2022.

Ranperda ini juga bisa menjadi pegangan para pedagang karena di dalamnya akan diatur agar para pedagang mendapatkan akses sesuai haknya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batu M Saifuddin, menjelaskan Perda tersebut akan mengakomodir pengelolaan pasar secara keseluruhan seperti pengaturan lapak, manajemen organisasi di dalam pasar serta hal lainnya.

Saifuddin berpendapat, pengelolaan di dalam pasar perlu diperhatikan agar pasar betul-betul bisa menggerakan ekonomi masyarakat.

Saifuddin memperkirakan, Pasar Induk Among Tani akan menjadi magnet masyarakat dan wisatawan nantinya. Para pedagang yang  mendapatkan lapak di pasar diharapkan menerima berkah tersebut.

Sebagai upaya menghindari banyak hal yang tidak diinginkan, maka keberadaan regulasi sangat penting.

"Kondisi Pasar Induk Among Tani akan semakin bagus. Maka nanti minat masyarakat untuk punya kios di sana juga pasti tambah meningkat," paparnya.

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved