Berita Batu Hari Ini

Proyeksi Defisit Keuangan Kota Batu Capai Rp 70 Miliar

Proyeksi defisit keuangan daerah Pemkot Batu diperkirakan mencapai Rp 70 miliar pada 2023.

suryamalang.com/beni
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat meninjau proses vaksinasi. 

SURYAMALANG.COM|BATU – Proyeksi defisit keuangan daerah Pemkot Batu diperkirakan mencapai Rp 70 miliar pada 2023.

Hal tersebut terjadi karena nilai belanja daerah lebih tinggi daripada pendapatannya.

Sisi pendapatan daerah Kota Batu pada 2023 diproyeksikan sebesar Rp959 miliar. Berikutnya segi belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp1,02 triliun.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, proyeksi defisit ini direncanakan dapat ditutup dari sisi penerimaan pembiayaan daerah melalui Silpa APBD 2022.

Pemerintah Kota Batu juga melakukan pemenuhan belanja wajib menggunakan produk dalam negeri lokal 40 persen dari alokasi belanja barang dan jasa serta belanja modal.

Dewanti mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan 40 persen belanja produk lokal, eksekutif telah menyusun sejumlah program.

Menurutnya, tidaklah terlalu sulit untuk menyerap 40 persen produk lokal Kota Batu. Pasalnya, selama ini banyak produk lokal yang digunakan, utamanya makan dan minuman.

“Selama ini, kalau makan dan minum tidak pernah ke luar kota. Kami akan usahakan maksimal untuk bisa mencapai 40 persen itu,” ungkapnya.

Belanja pegawai diluar tunjangan guru yang dialokasikan melalui Transfer Keuangan Daerah (TKD) Paling tinggi 30 persen. 

Pendapatan Daerah meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 205 miliar, Pendapatan Transfer sebesar Rp 744 miliar dan lainnya sebanyak Rp 9 miliar.

Dewanti mengatakan, rancangan KUA-PPAS 2023 disusun berdasarkan RPJPD Kota Batu 2005-2025 serta rencana pembangunan daerah (RPD) 2023-2026. RPD merupakan sebagai pengganti RPJMD 2017-2022 yang akan berakhir seiring habisnya masa jabatan kepala daerah pada akhir tahun 2022. Hal itu sesuai dengan amanat Inmendagri nomor 70 tahun 2021.

RPD akan menjadi acuan penyusunan rencana strategis perangkat daerah selama masa transisi yang akan dipimpin penjabat wali kota. Hingga nantinya ditetapkan kepala daerah definitif hasil Pemilu 2024.

"RPD 2023-2026 telah ditetapkan dalam Perwali Kota Batu nomor 41 tahun 2022. Sebagai acuan dokumen perencanaan tahunan atau RKPD 2023 yang dijabarkan dalam 5 program prioritas pembangunan daerah tahun 2023," ujar dia.

Beberapa program prioritas RKPD 2023 antara lain peningkatan kualitas melalui pembangunan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan pendidikan. Akselerasi dan pertumbuhan pemerataan ekonomi daerah. Berikutnya, penguatan interkonektivitas pembangunan infrastruktur, peningkatan ketahanan sosial dan pembangunan kebudayaan. Selanjutnya, pemantapan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Dewanti menekankan kebijakan keuangan daerah diharapkan mendorong terwujudnya proyek strategis daerah (PSD) yang akan dituangkan di RPD 2023-2026. Seiring hal itu, penggunaan belanja daerah harus dilakukan secara efisien dan ditujukan untuk belanja produktif. Sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan keuangan daerah melalui optimalisasi sumber-sumber pendapatan potensial. (Benni Indo)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved