Travelling

Ratusan Barang Antik Era 1950-an Terpajang di Warung Ningsih Kota Blitar

Berawal dari hobi mengoleksi barang-barang antik, Fajar Okta Kurniawan (36) berinisiatif membuka kafe berkonsep edukasi sejarah.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Suasana pengunjung di Warung Ningsih milik Fajar di Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Minggu (14/8/2022) malam. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Berawal dari hobi mengoleksi barang-barang antik, Fajar Okta Kurniawan (36) berinisiatif membuka kafe berkonsep edukasi sejarah.

Kafe yang diberi nama Warung Ningsih, itu diisi dengan ratusan benda antik bernilai sejarah koleksi pribadi Fajar.

"Awalnya, saya ingin membuat tempat nongkrong sekaligus untuk memajang benda-benda antik koleksi saya. Akhirnya berkembang menjadi kafe yang bernuansa edukasi sejarah," kata Fajar SURYAMALANG.COM, Minggu (14/8/2022).

Kesan klasik langsung terasa begitu masuk halaman kafe milik Fajar yang berlokasi Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Kafe itu menempati bangunan lawas berarsitektur kolonial Belanda dengan ciri khas pintu dan jendela berukuran lebar.

Cat pada bangunan yang didominasi warna putih dan abu-abu menambah kesan jadul di kafe milik Fajar.

Begitu masuk ke dalam kafe, mata pengunjung langsung disambut benda-benda kuno era 1950-1970 yang terpajang rapi di dinding dan di sudut ruangan.

Ratusan benda antik yang dipajang di kafe, antara lain, kamera jadul, setrika, jam weker, mesin ketik, senter, radio transistor, televisi, pesawat telepon, foto zaman dulu, kaset, sepeda motor, dan buku.

Interior kafe yang menggunakan meja kursi jadul dan lampu gantung membawa memori pengunjung ke masa lalu.

Fajar mengatakan kafe miliknya baru buka sekitar tujuh bulan lalu.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved