Tuduhan Perkosaan Santriwati Terhadap Mas Bechi Mulai Gugur Perlahan, Saksi Ungkap Cerita Sebaliknya

bangunan cerita yang dikonstruksikan oleh para saksi sejauh ini, timpang tindih, sehingga sulit dipahami oleh akal sehat logika sederhana

surya.co.id/Luhur Pambudi
Mas Bechi menghadiri sidang di Kantor PN Surabaya, Jumat (19/8/2022) malam 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA-Seorang orang saksi dalam kasus dugaan pemerkosaan santriwati di sebuah ponpes daerah Ploso, Jombang, dengan terdakwa Mas Bechi (41) rampung diperiksa majelis hakim dalam sidang lanjutan ke-7, di Kantor PN Surabaya, Jumat (19/8/2022) malam. 


Saksi urutan ke-3 yang diperiksa selama 6,5 jam sejak pukul 13.00 WIB hingga 19.30 WIB di Ruang Sidang Garuda 1 itu, merupakan saksi yang disebut dalam KUHP sebagai saksi testimonium de auditu. 


Yakni, saksi yang memperoleh informasi adanya peristiwa pelanggaran hukum, bersumber dari penuturan cerita saksi lain, ataupun korban yang didengarnya. 


Namun, dalam konteks kasus yang terdakwa Mas Bechi. Saksi urutan ke-3 ini, memperoleh cerita pemerkosaan yang dialami korban dari orang lain, atau bukan dari korban langsung. 


"Itu di KUHP sebenarnya tidak memiliki nilai. Walaupun ada aturan tentang saksi alibi, dalam keputusan MK, tapi ini tidak memenuhi syarat itu," ujar Penasehat Hukum (PH) terdakwa, I Gede Pasek Suardika, di lorong Kantor PN Surabaya, Jumat (19/8/2022) malam. 


Anehnya, ungkap I Gede, saksi ke-3 ini menyampaikan cerita di hadapan majelis hakim, yang intinya berbeda dari pengakuan cerita dari pihak korban atau saksi ke-1. 


Dalam konteks kasus tersebut. Saksi ke-1; korban, yang diperiksa pada persidangan Senin (15/8/2022) kemarin. Saksi ke-1, mengaku diperkosa oleh terdakwa di sebuah teras gubuk pondok, dalam sebuah sesi interview yang berlangsung cukup lama yakni beberapa jam, dari malam hingga pagi hari. 


Padahal, pengakuan saksi ke-3, dalam momen interview yang diikuti oleh saksi ke-1 atau korban di teras gubuk pondok, diikuti juga oleh saksi ke-3. Karena saksi ke-1 dan ke-3 berada dalam satu grup sesi wawancara pada hari kejadian yang dituduhkan. 


Di hadapan majelis hakim, ungkap I Gede Pasek, saksi ke-3 mendapati bahwa proses sesi interview di teras gubuk pondok tersebut, berlangsung tidak lebih dari 10 menit. 


Kemudian, saksi ke-3, tidak mengalami peristiwa pemerkosaan seperti yang dialami oleh korban, sesuai ceritakan temannya yang lain. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved