Update Kasus Mas Bechi Anak Kiai Jombang: Saksi Ungkap Cerita Beda, Tuduhan Pencabulan Mulai Gugur

Simak update kasus Mas Bechi alias Moch Subchi Azal Tzani putra kiai Jombang yang menjadi tersangka pencabulan satriwati. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Kolase FB dan YouTubr Harian Surya
Moch Subchi Azal Tzani alias MSAT alias Mas Bechi putra kiai Jombang yang menjadi tersangka pencabulan satriwati. 

SURYAMALANG.COM - Simak update kasus Mas Bechi alias Moch Subchi Azal Tzani putra kiai Jombang yang menjadi tersangka pencabulan satriwati. 

Dalam sidang terbaru kasus anak kiai Jombang, diketahui ada saksi yang mengungkapkan cerita berbeda dari saksi sebelumnya yang membuat tuduhan pencabulan Mas bechi mulai gugur. 

Seorang orang saksi dalam kasus dugaan pemerkosaan santriwati di sebuah ponpes daerah Ploso, Jombang, dengan terdakwa Mas Bechi (41) rampung diperiksa majelis hakim dalam sidang lanjutan ke-7, di Kantor PN Surabaya, Jumat (19/8/2022) malam. 

Saksi urutan ke-3 yang diperiksa selama 6,5 jam sejak pukul 13.00 WIB hingga 19.30 WIB di Ruang Sidang Garuda 1 itu, merupakan saksi yang disebut dalam KUHP sebagai saksi testimonium de auditu. 

Mas Bechi menghadiri sidang di Kantor PN Surabaya, Jumat (19/8/2022) malam
Mas Bechi menghadiri sidang di Kantor PN Surabaya, Jumat (19/8/2022) malam (surya.co.id/Luhur Pambudi)

Yakni, saksi yang memperoleh informasi adanya peristiwa pelanggaran hukum, bersumber dari penuturan cerita saksi lain, ataupun korban yang didengarnya. 

Namun, dalam konteks kasus yang terdakwa Mas Bechi. Saksi urutan ke-3 ini, memperoleh cerita pemerkosaan yang dialami korban dari orang lain, atau bukan dari korban langsung. 

"Itu di KUHP sebenarnya tidak memiliki nilai. Walaupun ada aturan tentang saksi alibi, dalam keputusan MK, tapi ini tidak memenuhi syarat itu," ujar Penasehat Hukum (PH) terdakwa, I Gede Pasek Suardika, di lorong Kantor PN Surabaya, Jumat (19/8/2022) malam. 

  • Pengakuan Saksi-3 dan Saksi-1 Berbeda

Anehnya, ungkap I Gede, saksi ke-3 ini menyampaikan cerita di hadapan majelis hakim, yang intinya berbeda dari pengakuan cerita dari pihak korban atau saksi ke-1. 

Dalam konteks kasus tersebut. Saksi ke-1; korban, yang diperiksa pada persidangan Senin (15/8/2022) kemarin. Saksi ke-1, mengaku diperkosa oleh terdakwa di sebuah teras gubuk pondok, dalam sebuah sesi interview yang berlangsung cukup lama yakni beberapa jam, dari malam hingga pagi hari. 

Padahal, pengakuan saksi ke-3, dalam momen interview yang diikuti oleh saksi ke-1 atau korban di teras gubuk pondok, diikuti juga oleh saksi ke-3. Karena saksi ke-1 dan ke-3 berada dalam satu grup sesi wawancara pada hari kejadian yang dituduhkan. 

Di hadapan majelis hakim, ungkap I Gede Pasek, saksi ke-3 mendapati bahwa proses sesi interview di teras gubuk pondok tersebut, berlangsung tidak lebih dari 10 menit. 

Kemudian, saksi ke-3, tidak mengalami peristiwa pemerkosaan seperti yang dialami oleh korban, sesuai ceritakan temannya yang lain. 

"Saksi ini tidak mengalami apa-apa. Tidak disentuh, atau dibuka baju, enggak ada. Tapi dia menyaksikan diceritakan panjang lebar tentang orang lain yang menurut dia jadi korban," ungkapnya. 

Dari cerita saksi ke-3 yang terus digali oleh anggota Tim PH terdakwa, dalam sidang kali ini. I Gede Pasek meyakini, dakwaan terhadap kliennya dengan tuduhan pemerkosaan, sesuai Pasal 285, gugur. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved